Guru IPS Bukan Sekadar Mengajar di Kelas, Lalu Apa Lagi?

Guru IPS bukan hanya bisa berdiri di depan kelas kemudian mengajar anak-anak tetapi berperan lebih dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Pengurus Fogipsi Lembata saat pose bersama Kadis PKO Lembata, Zakarias Paun, pada Seminar Pendidikan Nasional di Aula Kopdit Ankara, Sabtu (28/4/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Peran para guru, termasuk guru-guru IPS, sangat besar dalam memajukan masyarakat dan daerah, terlebih anak-anak dan masa depannya sebagai generasi penerus bangsa dan negara.

Karena itu, para guru IPS bukan hanya bisa berdiri di depan kelas kemudian mengajar anak-anak tetapi lebih dari itu, berperan lebih dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca: Kadis Pendidikan Lembata Saksikan Pengukuhan Pengurus Fogipsi

Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (KPO) Kabupaten Lembata, Zakarias Paun, ketika memberikan sambutan saat membuka Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggarakan oleh Fogipsi Lembata. Fogipsi merupakan Forum Guru IPS Seluruh Indonesia.

Seminar Nasional Pendidikan itu diselenggarakan di Aula Kopdit Ankara, Lewoleba, Sabtu (28/4/2018). Kegiatan itu merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata oleh para guru IPS.

Baca: Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Lembata Disambut Tarian Kreatif

Dikatakannya, tanggung jawab guru, termasuk guru IPS, sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu berarti para guru bukan hanya mampu mentransfer ilmu saat mengajar di kelas, tetapi juga harus menjadi teladan ketika berada di tengah masyarakat.

Saat ini, katanya, setiap guru dituntut profesional dalam melaksanakan tugas. Agar bisa mewujudkan hal tersebut, guru harus punya kompetensi yang memadai.

Agar guru memiliki kompetensi, maka wawasannya harus bagus, pengetahuannya pun demikian. Dan, itu hanya bisa diperoleh melalui tahapan pendidikan dan pelatihan (diklat), penempaan diri dan selalu merasa haus akan ilmu dan pengetahuan.

Ia juga berpesan agar pasca pengukuhan tersebut, Fogipsi harus mulai berkarya secara nyata didaerah tersebut. Bersama forum guru bidang studi lainnya, Fogipsi harus bisa melakukan sesuatu untuk membangun masyarakat dan daerah ini.

"Saat ini hampir semua bidang studi punya forum masing-masing. Oleh karena itu saya minta agar bersama forum guru lainnya, Fogipsi harus bisa melakukan sesuatu yang nyata untuk daerah ini. Peran Fogipsi sangat dinantikan," ujar Zakarias. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved