Ini Alasan Pengusaha Enggan Kirim Daging Sapi Beku ke Luar NTT

Dinas Peternakan NTT tidak pernah melarang pengusaha untuk mengirimkan daging sapi beku ke luar NTT.

Ini Alasan Pengusaha Enggan Kirim Daging Sapi Beku ke Luar NTT
pos kupang
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dani Suhadi 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Peternakan NTT tidak pernah melarang pengusaha untuk mengirimkan daging sapi beku ke luar NTT. Bahkan menganjurkan agar bisa mengirimkan dalam bentuk daging sapi. Namun pengusaha lebih suka memilih mengirimkan dalam bentuk sapi hidup.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Ir. Dani Suhadi, yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu (18/4/2018), terkait anjuran General Manager PT Pelindo III Tenau Kupang, Baharuddin, agar NTT bisa meningkatkan brand pengiriman daging sapi sehingga pengiriman sebaiknya dalam bentuk daging sapi bukan sapi hidup.

Baca: Anggaran Proyek Kantor Bupati Sikka Tutup Defisit Rp 75 Miliar

"Pengeluaran daging sapi untuk meningkatkan brand daging sapi juga kami inginkan karena pengiriman dalam bentuk hasil produk bukan sapi hidup tapi kita perhatikan kondisi pasar disesuaikan dengan perkembangan harga dan juga daerah pemasaran bukan hanya di Jakarta tapi juga ke Sumatera dan Kalimantan," katanya.

Baca: Tol Laut Kapal Ternak Diharapkan Masuk Belu dan Wini

Dua tahun lalu pengiriman dalam bentuk daging segar yang dilakukan oleh RPH ternyata saat dilakukan pengangkutan dan pengiriman sampai di Jakarta harga transportasi tinggi karena menggunakan made frosen. Jika dikaitkan dengan volume yang dikirim tidak sebanding.

Baca: Polres Manggarai Barat Tetapkan Tersangka Kasus 1,4 Ton Sopi, Tersangkanya Bukan Orang Manggarai

Alasan kedua, nilai tambah jika mengirim dalam bentuk daging beku tidak banyak karena yang dikirim hampir sama dengan sapi yang sudah dipotong dan semua olahan dijual dalam bentuk mentah karena sudah dipisahkan, misalnya kulit, tulang dan lainnya sama dengan sapi hidup.

Dinas, katanya, tidak pernah larang orang malah anjurkan pihak swasta melakukan pengiriman dalam daging segar beku tapi minat untuk ini tidak sebanding dengan kirim sapi hidup.

Selain itu, pembeli sapi biasanya tidak langsung memotong sapi tapi dilakukan stabilisasi berat badan baru dipotong. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved