Germanus Sebut Pencegahan 10 TKI Asal Sikka Buat Pembelajaran

Pencegahan keberangkatan 10 orang tenaga kerja ilegal asal Kecamatan Kewapante dan Kecamatan Magepanda jadi pembelajaran.

Germanus Sebut Pencegahan 10 TKI Asal Sikka Buat Pembelajaran
pos kupang.com, egnius moa
Calon tenaga kerja asal Kabupaten Sikka di Pulau Flores, gagal diberangkatkan dengan KM Lambelu, dari Pelabuhan Lorens Say, Jumat malam (13/4/2018).

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pencegahan keberangkatan 10 orang tenaga kerja ilegal asal Kecamatan Kewapante dan Kecamatan Magepanda di Kabupaten Sikka, Pulau Flores ke Tarakan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/4/2018) dinihari di Pelabuhan Lorens Say Maumere, memberi pelajaran kepada calon tenaga kerja lainnya.

Baca: Viral di Medsos, Yamaha RX King 1997 Dibandrol Rp 300 Juta

"Mereka semua kecewa karena sudah pegang tiket di tangan tetapi tidak bisa berangkat. Saat kami amankan, ada yang sudah naik kapal dan ada yang masih di dermaga," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, S.Sos, kepada Pos-Kupang.Com, Senin (16/4/2018) di Maumere.

Baca: Motor Buatan Indonesia Makin Laris di Luar Negeri, Ini yang Paling Signifikan

Germanus bersama Kapolsek Kewapante, Iptu Petrus Kanisius Nadthi, dan anggotanya menggagalkan keberangkatan 10 calon tenaga kerja yang hendak berangkat ke Tarakan, Jumat malam atau Sabtu dinihari (14/4/2018) dengan KM Lambelu dari Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Kepada 10 tenaga kerja itu, Germanus mengingatkan jika mereka berminat bekerja di luar daerah supaya menghubungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar diproses melalui Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja (PJTKI). Dominan kasus tenaga kerja yang terjadi selama ini merupakan kasus tenaga kerja ilegal.

Baca: Pelaku Persetubuhan Anak Nyaris Diamuk Massa, Beruntung Cepat Lakukan Ini

"Kalau lewat PJTKI ada kepastian tempat kerja, upah, tempat tinggal. Artinya semua hak dan kewajiban pekerja diatur," kata Germanus.

Ia mengatakan, semua tenaga kerja dicegah keberangkatannya di pulang ke rumahnya. Sebagian pulang dengan sanak keluarga yang kebetulan masih ada di pelabuhan, sedangkan empat orang asal Kewapante diantar pulang Germanus.

"Kasus ini jadi pelajaran buat warga Sikka yang lainnya yang ingin kerja di luar daerah. Kalau berangkat kerja, ikuti semua prosedur supaya tidak muncul masalah di kemudian hari," tandas Germanus. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help