Nah Loh! Matahari Bakal Meredup pada Tahun 2050, Apa Efeknya?
Sebuah penelitian menyebutkan, tahun 2050 mendatang suhu matahari akan meredup.
POS-KUPANG.COM - Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2017 memprediksikan bahwa suhu matahari akan meningkat 90 persen pada tahun 2100, dan suhu global akan meningkat dari 2 derajat menjadi 4,9 derajat.
Namun, Dan Lubin, fisikawan dari Scripps Institution of Oceanography, justru berkata sebaliknya.
Bersama timnya di University of California San Diego, Lubin menemukan bahwa suhu global akan turun pada 2050.
Baca: Rahasia Perempuan, Jangan Remehkan Keputihan, Simak Tanda, Warnanya dan Artinya
Baca: Ladies, Malu Punya Flek Hitam di Wajah? Hilangkan dengan Cara Sederhana Ini!
Baca: Wow! Plan Jepang Kunjungi Warga Wusan Kabupaten Kupang, Ngapain Mereka Kesana?
Baca: Orang-Orang Pelit dan Egois yang ada Disekelilingmu itu Pasti Masuk Dalam 5 Zodiak Ini
Pada saat itu, matahari akan menjadi lebih redup dan suhunya berkurang tujuh persen dari titik terendah biasanya dalam siklus 11 tahunan.
Bagaimana Bisa? Fenomena Grand Minimum ini, kata para peneliti, berpotensi menyerupai Zaman Es Mini yang terjadi di Eropa pada pertengahan abad ke-17.
Sekilas, fenomena ini terdengar seperti solusi alami untuk perubahan iklim. Akan tetapi, para ahli khawatir bila fenomena ini malah menyebabkan permukaan laut naik secara drastis, banjir, dan kepunahan spesies.
Namun, Lubin berpendapat bahwa fenomena ini hanya akan memiliki sedikit efek karena jumlah gas rumah kaca di atmosfer lebih besar.
"Efek fenomena matahari hanya memperlambat pemanasan global, tetapi tidak akan menghentikan perubahan iklim akibat ulah manusia," kata Lubin dikutip dari Techtimes, Minggu (11/2/2018).
Baca: Pria Ini Membunuh Istri, Anak, Cucu, Teman dengan Cara Keji, Lalu Menderetkan Mereka di Rumah
Baca: Inilah Macam-macam Tipe Perselingkuhan, Sadar Tidak sadar Kamu Juga Melakukannya
Baca: Suka Chatting di Android? Waspada, Anda Bisa Mengalami Cidera Ini!