Mau Tahu, Apa yang Dilakukan Dinas Ketahanan Pangan NTT Sikapi Kasus Melon Rock?

Pemprov NTT melalui Dinas Ketahanan Pangan NTT menggelar rapat untuk menyikapi persoalan buah melon jenis Melon Rock yang terdeteksi bakteri.

Mau Tahu, Apa yang Dilakukan Dinas Ketahanan Pangan NTT Sikapi Kasus Melon Rock?
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTT, Drs. Hadji Husen

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Ketahanan Pangan NTT menggelar rapat untuk menyikapi persoalan buah melon jenis Melon Rock yang terdeteksi bakteri.

Salah satu rekomendasi rapat, yakni akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan.

Baca: Polisi Heran, Korban Pencurian Motor di Sita Tak Mau Proses Hukum Kasusnya

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Drs. Hadji Husen, kepada Pos Kupang.Com, Jumat (9/3/2018).

Menurut Husen, dinas yang dipimpinnya itu secara rutin setiap tahun melakukan sidak di lapangan.

"Jadi untuk kasus Melon itu, kita sudah dapat informasi tentang Melon berbahaya. Karena itu, kita segera rapat persiapan untuk sidak di lapangan," kata Husen.

melon
melon (net)

Dijelaskannya, Dinas Ketahanan Pangan NTT sesuai tugas pokok dan fungsi, yakni melakukan pengawasan dan keamanan terhadap produk-produk pangan segar termasuk buah-buahan.

"Jadi kami sudah rapat untuk segera turun sidak. Sesuai rencana awal pekan depan kita bersama tim ke lapangan untuk pengawasan dan cek langsung soal pangan segar termasuk buah-buahan," katanya.

Baca: Festival Komodo Sedot Rp 500 Juta dari APBD Mabar

Dikatakannya, untuk tujuan sidak, pihaknya telah menyurati instansi terkait seperti Polda NTT, Satuan Pol PP, BPOM dan beberapa OPD terkait.

"Saya sudah keluarkan undangan untuk sidak pekan depan. Sidak akan kita fokus di pasar tradisional, supermarket dan mall-mall yang menjual produk pangan segar," ujarnya.

Terkait sikap pemerintah soal melon yang sudah terkontaminasi, Husen mengatakan, pihaknya akan melakukan operasi di lapangan, sekaligus mengecek penjualan buah-buahan untuk memastikan ada tidaknya buah atau melon yang telah terkontaminasi. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help