Menteri Susi Sebarkan Nomor Ponselnya Kepada Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, berbincang dengan para nelayan di acara Festival Danau Sunter di Jakarta Utara, Minggu (25/2/2018).

Menteri Susi Sebarkan Nomor Ponselnya Kepada Nelayan
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Reaksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendengarkan keluhan ratusan nelayan Pangandaran seusai melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat (6/2).

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, berbincang sejenak dengan para nelayan saat makan siang di acara Festival Danau Sunter di Jakarta Utara, Minggu (25/2/2018). Pada kesempatan itu, Susi menyebar nomor ponselnya kepada para nelayan.

"Ibu tidak mau ngobrol banyak, apa yang jadi keluh kesah Bapak, kalau bisa disampaikan, sekarang ini sudah zamannya SMS, zamannya Whatsapp, catat nomor saya," kata Susi.

Susi lalu menyebutkan nomor ponselnya. Nelayan yang hadir langsung mencatat nomor yang disebutkan Susi. "Kalau ada apa-apa, laporan sama saya. Ada pencuri ikan, laporkan," ujar Susi.

Seorang nelayan memverifikasi nomor tersebut kepada Susi. Soalnya, nomor ponsel yang diberikan hanya terdiri dari 10 digit.

"Ini nomor handphone zaman dahulu kala. Sudah setengah abad seumurnya Ibu. Kalau nomor sekarang kan banyak, ada 12 (digit). Kalau nomor Ibu cuma 10 (digit)," kata Susi.

Susi mengatakan, dia akan menyempatkan diri untuk membalas SMS keluhan nelayan yang dia terima. Namun, dia tidak menjanjikan bisa langsung membalas SMS pada hari yang sama.

"Karena kadang-kadang saya lagi terbang, lagi rapat, tidak bisa langsung balas. Tapi nanti saya balas, satu hari dua hari pasti saya balas. Yang penting SMS-nya yang benar, jangan yang macam-macam," ujar Susi.

Meski telah membagi nomornya, Susi tetap menyempatkan diri mendengar keluhan nelayan. Seorang nelayan meminta Susi untuk melarang penggunaan trawl. Susi mengatakan larangannya memang tidak pernah dihapus.

"Sebetulnya kalau menurut permen, tidak dicabut. Bapak harus minta Pemda melarang karena peraturannya tidak dicabut. Trawl tetap tidak boleh. Masih banyak ya? Ya dilaporkan saja ke Pak Kapolres. Bisa toh. Nanti biar disita alatnya," kata Susi. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help