PPA Eagle Cs Kupang Laporkan Kasus Guru Tempeleng Siswa ke Komnas PA

PPA Eagle Cs Kupang, telah melaporkan kasus guru ARM tempeleng murid CYL hingga keluar darah dan nanah dari telinga itu ke Komnas PA.

Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/NOVEMY LEO
ANIAYA - CYL, siswa yang ditempeleng gurunya dan orangtuanya, Paulus OL, mendatangi LBH APIK NTT, Kamis (15/2/2018) malam. 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, KUPANG - Pusat Perlindungan Anak (PPA) Eagle Cs Kupang, telah melaporkan kasus guru ARM tempeleng murid CYL hingga keluar darah dan nanah dari telinga itu ke Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA)

Kordiantor PPA Eagle Cs, Maya mengatakan, CYL adalah salah satu dari 326 anak-anak yang didampingi  PPA Eangle Cs. Karenanya dia sangat menyesalkan terjadinya kasus itu.

Menurutnya, dalam melakukan pendapingan terhadap anak-anak selama ini, PPA Eagle tidak pernah melakukan penganiayaan. Dan di PPA, gaji mereka tidak sesuai dengan UMR tapi mereka tetap mengasihi dan melindungi anak-anak PPA.

“Jujur saat dapat laporan ini, saya terpukul. Ada apa apa dengan anak-anak PPAm saya di depan. Ini bentuk pertanggungjawaban saya untuk ke orangtua asuh dengan MoU kami dengan Aris Merdeka Sirait,” kata Maya saat pertemuan antara korban dan pelaku, Kamis (15/2/2018) malam di LBH APIK NTT.

Maya mengatakan, pihaknya sempat dimarahi oleh pusat kenapa tidak segera memproses hukum kasus ini. Dan akhirnya mereka kemudian melaporkan kasus ini ke LBH APIK NTT.

"Pengetahuan hukum kami rendah, tapi untuk kami, memukul 326 anak, tidak pernah ada, kami sudah berjalan hampir 10 tahun. Memang anak kami punya banyak karakter sifat, ada yang nakal, bikin masalah kami tahu. Tapi kami tidak pernah memukul mereka,” kata Maya.

Maya mengaku saat mendapingi CYL, piahknya pernah ditakut-takuti oleh oknum tertentu agar tidak melaporkan hal ini ke polisi. Tapi mereka tetap maju dan berjuang untuk hak anak CYL.

Maya mengatakan, tindakan ARM yang adalah seorang guru pendidik dan guru BK di sekolah itu adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan seorang guru.

Baca: Keluar Dari Toilet, Murid SMA di Kupang Ditempeleng Guru Hingga Telinganya Mengeluarkan Ini

Maya mengaku kuatir memasukan 326 anak PPA ke sekolah itu karena bisa saja juga diperlakukan ARM seperti yang diperlakukan terhadap CYL. Siapa yang akan memberi jaminan hal itu tidak terjadi lagi.

“Dipastikan hampir sebagian besar anak kami akan masuk ke sekolah bapak karena pakai sistem rayon. Apakah dengan damai lalu bagaimana kelanjutan anak kami disitu,” kata Maya.

Maya juga sangat menyesalkan sikap ARM yang tidak menunjukkan keramahan pada CYL pasca ditempeleng hingga saat ini ARM tidak pernah merangkul CYL.

Baca: Ayah Siswa yang Ditempeleng Guru di Sekolah Sakit Hati Karena Hal ini

“Kalau Pak ARM sayang dia, Pak rangkul dia, dipeluk dan bilang CYL bapak minta maaf. Setidaknya hatinya terobati. Tapi sampai sekarang bapak belum sentuh badannya, peluk. Secara fisik dan psikis CYK terluka dan ini dampaknya tidak bisa cepat hilang,” kata Maya. (vel)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved