Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung di Belu

da juga fasilitas umum yang rusak berupa Kapela Piebulak serta kantor camat lama terkena angin puting beliung.

Sembilan Rumah Diterjang Angin Puting Beliung di Belu
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Akibat puting beliung di Lembor Desember 2017 lalu. 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA- Bencana alam angin puting beliung menerjang rumah warga di wilayah perbatasan RI-RDTL, tepatnya di Kecamatan Lakmaknen Selatan, Kabupaten Belu. Terjangan angin puting beliung menerjang rumah warga sejak tanggal 29 Januari hingga 1 Februari 2018.

"Bencana alam angin puting beliung menerjang sembilan unit rumah warga di empat desa, yakni Desa Loonuna, Nualain, Sisi Fatuberal dan Desa Debululik. Desa yang paling banyak rumah rusak di wilayah Loonuna sebanyak empat rumah, Debululik tiga rumah. Sedangkan Desa Nualain dan Sisi Fatuberal masing-masing satu unit rumah rusak," kata Camat Lamaknen Selatan, Yustinus Loko Bau saat dihubungi Pos Kupang, Selasa (6/2/2018).

Camat Lamaknen menjelaskan, terkait bencana alam angin puting beliung, para kepala desa sudah menyampaikan laporan kepada dirinya dan selanjutnya ia telah melaporkan ke tingkat kabupaten.

Selain delapan rumah warga, lanjut Camat Lamaknen, ada juga fasilitas umum yang rusak berupa Kapela Piebulak serta  kantor camat lama terkena angin puting beliung.

"Gedung kantor camat lama yang sehari-hari kita pakai untuk pelayanan E-KTP juga kena terjangan bencana angin puting beliung. Tapi perangkat peralatan E-KTP sudah kita evakuasi ke kantor baru," ujarnya.

Adapun lahan pertanian yang terkena bencana angin puting beliung seluas 595,2 hektare dari luas tanam secara keseluruhan 1.778 hektare atau sekitar 33,47 persen. "Ini semua tersebar di delapan desa. Tidak ada korban jiwa tapi korban material mencapai ratusan juta rupiah," jelasnya. (roy)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved