Nomleni Tewas Tertimpah Pohon Kapuk di Kawasan Asam Tiga Naibonat Kabupaten Kupang

Nasib naas dialami Marselinus Nomleni (20), warga Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Nomleni Tewas Tertimpah Pohon Kapuk di Kawasan Asam Tiga Naibonat Kabupaten Kupang
ISTIMEWA
Lokasi kejadian pohon kapuk tumbang menindih korban Marselinus Nomleni di perbatasan antara Desa Kuimasi dengan Kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang, Selasa (30/1/2018). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM | NAIBONAT -Nasib naas dialami Marselinus Nomleni (20), warga Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Pasalnya, korban yang mengendarai kendaraan roda dua Honda Revo Ft DH 3731 BC dari rumahnya hendak ke arah Kupang tewas di tempat kejadian perkara (TKP) karena salah satu pohon kapuk yang berukuran satu kali pelukan orang dewasa itu tumbang dan menimpah korban hingga tewas.

Akibat peristiwa itu, lokasi kejadian di kawasan Asam Tiga, Jalan Timor Raya, perbatasan antara Desa Kuimasi dan Kelurahan Naibonat atau sekitar 30 meter dari jalan masuk Markas Brigif 21/Komodo tersebut macet total.

Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson L. Amalo, S.H, ketika dikonfirmasi Pos Kupang, Selasa (30/1/2018) membenarkan insiden tersebut.

Simson menjelaskan, peristiwa yang dialami Marselinus Nomleni ini terjadi pada Selasa (30/1/2018) sekitar Pukul 05.30 Wita di Jalan Timor Raya Km 40 tepatnya di perbatasan antara Desa Kuimasi dan Kelurahan Naibonat.

Korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Revo Fit. DH. 3731. BC bergerak dari kediamannya di Kuimasi ke arah Kupang.

Saat melintas di kawasan asam tiga itu, tiba-tiba pohon kapuk yang berukuran satu kali pelukan orang dewasa roboh langsung mengenai korban yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo.

Kuat dugaan, pohon tersebut tumbang akibat angin kencang disertai hujan dan menimpah korban hingga tewas di tempat termasuk kendaraan yang digunakanpun rusak berat.

Kondisi pohon tersebut juga sudah cukup tua sehingga pegangan akar pohon tidak kuat lagi dan struktur tanah juga kurang bagus.

"Setelah kejadian itu, anggota langsung turun ke lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat. Pohon yang tumbang itupun langsung dipotong sehingga arus kendaraan yang sebelumnya macet total lancar kembali. "

"Atas kejadian ini tentu imbauan kami untuk mengantisipasi kejadian yang sama di mohon kepada instansi terkait untuk bisa melihat pohon-pohon yang sudah tua dan ranting yang mengarah ke jalan raya supaya sesegera mungkin di potong untuk menghindari hal serupa tidak terjadi kembali," pinta Amalo.

Informasi yang diperoleh Pos Kupang di lokasi kejadian dari salah satu warga, Satumak Poebanu, menjelaskan, kejadian tersebut saat angin dan hujan deras. Kejadian itupun tidak diketahui warga karena jalan sepi dan masih agak gelap. Pada pagi harinya ketika warga melintasi lokasi kejadian, melihat pohon kapuk tumbang dan tidak melihat korban. Hal ini karena rimbunan daun pohon kapuk yang lebat menutupi korban.

Warga baru tahu ketika melihat mantel berwarna kuning dan helm yang terlempar di lokasi kejadian dan melihat tubuh korban tertindih batang kapuk dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Warga kemudian memotong pohon yang melintang di jalan raya dan menunggu kehadiran polisi untuk mengevakuasi korban.

"Kalau saya dengar cerita, sebelum kejadian ini sudah ada tanda-tanda. Katanya waktu keluar rumah, ada ranting pohon jati di jalan menuju rumah korban sempat mengenai tubuh korban tetapi dia lanjutkan terus perjalanan. Baru sampai di asam tiga itu pohon kapuk tumbang menimpah korban sampai tewas," kata Satumak. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved