Manajemen RSUD TTS : Kami Gagal Selamatkan Pasien

suami dari Paulina, Sareng mengatakan, pihaknya menghormati upaya yang dilakukan keluarga pasien

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
PK/VEL
Rikardus Sareng, KTU RSUD TTS 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM|SOE--Manajemem RSUD TTS, menagku mengalami kegagalan untuk menyelamatkan pasien, Paulina dan bayinya. Dan mereka shok dan ikut  merasakan apa yang dirasakan oleh kelluarga pasien.

Demikian ditektur RSUD TTS, dr. Ria Tahun melalui KTU, Rikardus Sareng, Sabtu (27/1/2017) pagi di kediamannya.

Sareng dimintai klarifikasi soal kematian pasien Paulina dan bayinya di RSUD TTS, Kamis dan Jumat (25-26/1/2018).

Terkait laporan polisi yang dibuat oleh Jemsius Taneo, suami dari Paulina, Sareng mengatakan, pihaknya menghormati upaya yang dilakukan keluarga pasien.

"Tentu untuk proses mendapatkan suatu kebenaran tidak mungkin kita batasi karena kita sebagai warga masyarakat semua orang berhak mendapatkan kebenaran dan keadilan," kata Sareng.

Tapi dari pihak manajemen RSUD TTS, demikian Sareng juga akan melakukan klarifikasi dengan dokter dan para bidan yang berkaitan dengan proses pelayanan kesehatan pasien dimaksud.

"Dari hasil audit nanti kita akan lakukan klarifikasi. Tentu kita tidak ingin menyalahkan siapa-siapa atau mencari pembenaran diri. Tapi proses hukum ini kita menghargai," kata Sareng.

Yang  jelas, tambah Sareng, mereka ikut merasakan duka yang sama dengan keluarga pasien.

Menurut Sareng mereka tidak pernah berpikir untuk menyusahkan pasien yang ditangani karena dalam diri mereka melekat tanggungjawab untuk melayani masyarakat terutama pasien dengan sebaiknya.

"Kami juga sangat terpukul dengan kejadian ini. Ini suatu bentuk, kami sudah alami kegagalan untuk menyelamantkan pasien ini. Karena itu tujuan utama kita setiap pasien yang datang ke kita, harus sitangani sebaik mungkin agar bisa selamat. Sehingga kami juga sangat shok dan kecewan dengan kejadian ini," kata Sareng.

Sampai kemarin, kata Sareng, pihakya terus berusaha untuk selamatkan pasien.

"Tapi soal kematian, sebagai dokter dan tim medis tidak bisa menyatakan tidak ada kematian tapi kewajiban kita untuk menyelamatkan pasien," kata Sareng.

Diduga Gara-gara tak membawa surat rujukan dari puskesmas binaus, Paulina Herlince Takaeb (25), pasien melahirkan dan bayinya, meninggal di RSUD TTS, Jumat (26/1/2017) siang.

Pada Sabtu (27/1/201), Jemsius Taneo datang ke Polres TTS, Sabtu pukul.10.00 Wita untuk melaporkan manajemen RSUD TTS, dokter dan kepala puskesmas Binaus atas kematian istrinya, Paulina dan bayinya di RZID TTS yang diduga karena lambat penanganan lanyanan dan ketiadaan surat rujukan dari puskesmas Binaus. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved