PosKupang/

Sopir Beristri Hamili Siswi SMA Waingapu, Keluarga Lapor Polres Sumba Timur

Saat ini usia kehamilan BA sudah 7 bulan. Siswi kelas II berusia 16 tahun ini terpaksa berhenti sekolah.

Sopir Beristri Hamili Siswi SMA Waingapu, Keluarga Lapor Polres Sumba Timur
Ist/viral4real
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Siswi SMA Negeri 2 Waingapu berinisial BA dihamili MAA alias Aron (40), pria beristri dengan dua orang anak.

Korban dan pelaku merupakan warga Kelurahan Maliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.

Saat ini usia kehamilan BA sudah 7 bulan. Siswi kelas II berusia 16 tahun ini terpaksa berhenti sekolah.

Kehamilan BA baru diketahui pada tanggal 10 Desember 2017.

Juru bicara keluarga korban, Paulus K. Tarap mengungkapkan korban merahasiakan kehamilannya karena diancam oleh pelaku jika mengaku.

Menurut Paulus Tarap, kehamilan BA yang adalah keponakannya terungkap ketika korban sering muntah-muntah pada Desember 2017.

"Dia sering muntah-muntah sehingga ibunya membawa ke puskesmas untuk diperiksa. Saat itu baru ketahuan korban sedang hamil. Sekarang usia kehamilannya memasuki bulan ketujuh," jelas Paulus Tarap saat menghubungi Pos-Kupang.com via telepon seluler dari Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (3/1/2018).

"Waktu itu tanggal 10 Desember 2017. Setelah tau dia hamil, keluarga minta dia mengaku. Awalnya dia tidak mau tapi karena terus didesak keluarga akhirnya dia mengaku, sebut nama Aron. Pada hari itu juga keluarga lapor ke Polres Sumba Timur," kata Paulus Tarap.

Aron diadukan dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual serta menghamili anak di bawah umur.

Menurutnya BA merahasiakan kehamilannya dari keluarga karena diancam oleh Aron yang berprofesi sebagai sopir Angkota Nusantara.

"Aron mengancam membunuh korban," katanya.

Menurut pengakuan BA, lanjut Paulus Tarap, hubungan layaknya suami istri itu terjadi karena BA terus digoda dan dipaksa Aron sehingga korban 'jatuh.'

"Kami minta polisi memproses kasus yang sudah kami laporkan. Laporan sudah sejak tanggal 10 Desember tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Pihak korban belum juga dipanggil untuk diperiksa," katanya.(*)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help