Pilgub NTT
BKH Berhasil Melewati Lubang Jarum, Kantongi SK dari DPP PKS
Dengan SK dari PKS ini, kedua telah memenuhi syarat minimal kursi untuk bisa mendaftar ke KPU.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPP PKS telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Benny K Harman (BKH) - Benny A Litelnoni (Harmoni).
Dengan SK PKS ini, maka BKH-Litelnoni boleh dikatakan telah berhasil melewati lubang jarum menuju Pilgub NTT 2018.
Dengan SK dari PKS ini, kedua telah memenuhi syarat minimal kursi untuk bisa mendaftar ke KPU.
Baca: Mantap! Marianus Sae Optimis Diusung PDIP
Hal ini disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT, Ferdinandus Leu, kepada Pos Kupang, Kamis (21/12/2017).
Menurut Ferdinandus, setelah berproses dengan memakan waktu yang lama, akhirnya Paket Harmoni mendapat pintu untuk maju bertarung dalam pilgub NTT.
"Paket Harmoni ibarat sudah keluar dari lubang jarum. Jadi kita sudah resmi dapat SK dari PKS," kata Ferdinandus.
Dia menjelaskan, BKH sejak beberapa waktu lalu bersama Partai Demokrat terus melakukan komunikasi secara intens dengan pimpinan PKS, baik di tingkat provinsi maupun di DPP.
"Setelah BKH-Litelnoni mendapat SK dari PKPI, pak BKH terus intens melakukan komunikasi dengan PKS," katanya.
Dikatakan, sebenarnya penyampaian bahwa PKS mengusung paket Harmoni baru akan diumumkan beberapa hari kemudian, tetapi karena telah disampaikan kepada beberapa media, maka pihaknya pun perlu menginformasikannya kepada publik.
Baca: VIDEO: Suasana Penyerahan SK Parpol kepada Esthon-Chris
"Kemarin pak BKH sudah bertemu pimpinan DPP PKS dan jelas sudah final bahwa PKS bergabung dalam koalisi untuk mengusung paket Harmoni. Proses ini juga dibilang cepat," ujarnya.
Terkait dengan SK itu, ia mengakui sudah ada dan untuk menindaklanjutinya, maka akan ada pertemuan antara Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore bersama tim dengan Paket Harmoni di Cikeas untuk bertemu langsung Ketua Umum, SBY sekaligus melapor soal koalisi yang sudah terbentuk dan rencana bertemu dengan Presiden PKS.
"Rencana pertemuan di Cikeas pada Jumat (22/12/2017) malam. Selain melapor koalisi, juga menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan pilkada serentak di NTT tahun depan," ujarnya.