Pilgub NTT

Dinamika Politik Setelah DPP PDIP Tetapkan Marianus Sae-Emi Nomleni

Pengumuman ini disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro,

Dinamika Politik Setelah DPP PDIP Tetapkan Marianus Sae-Emi Nomleni
istimewa
Marianus Sae dan Emi Nomleni

POS KUPANG.COM - Rasa penasaran warga terhadap sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya terjawab. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menetapkan Marianus Sae dan Emilia Nomleni sebagai pasangan bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang akan ikut dalam Pilgub NTT 2018. PDIP yang memiliki 10 kursi berkoalisi dengan PKB (5 kursi).

Pengumuman ini disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017). Marianus -Emi Nomleni sebelumnya dipanggil DPP PDIP untuk mengikuti rapat konsolidasi bersama Raymundus Sau Fernandes dan Lusia Adinda Lebu Raya.

Koalisi PDIP-PKB merupakan yang ketiga mengumumkan pasangan calon. Yang pertama kali memastikan pasangan calon adalah Partai Gerindra (8 kursi) dan PAN yang mengusung pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok disusul Partai Golkar (11) dan Partai Nasional Demokrat (8) yang mengusung pasangan Viktor B Laiskodat-Yosef Nae Soi.

Kini publik Flobamora masih menunggu kepastian koalisi Partai Demokrat dengan beberapa partai yang akan mengusung pasangan Benny Kabur Harman-Benny Litelnoni.

Isu politik terkait pemilihan Gubernur NTT dan pemilihan 10 kepada daerah di menjadi topik pembicaraan hangat hampir masyarakat. Artinya, masyarakat NTT terus memantau perkembangan dan dinamika suksesi kepemimpinan di bumi Flobamora.

Pertarungan menentukan pasangan calon belum tuntas sepenuhnya. Masih ada riak- riak kecil dan kemungkinan untuk berubah selalu ada.

Dalam konteks Pilgub NTT, tiga atau empat pasangan calon yang akan bertarung merupakan sesuatu yang baik adanya. Masyarakat NTT bisa memilih yang dipandang terbaik di antara mereka untuk memimpin daerah ini lima tahun ke depan.

Satu pesan kita adalah bertarunglah dengan cara yang sehat. Tim sukses jangan lagi menjual isu agama dan etnis hanya untuk meraih kemenangan. Para tokoh agama juga diharapkan tidak membuat keruh suasana sebab kita sedang memilih kepala daerah bukan pemuka agama.

Seiring penepatan nama pasangan calon ini, akan muncul pula isu-isu miring mengenai pribadi mereka.

Sebagai warga masyarakat kita harus jeli menyaring semua informasi mengenai para calon. Jangan cepat termakan informasi hoax atau informasi bohong dan menghindari ujaran kebencian yang hanya membuat suasana tidak kondusif.

Para tokoh agama, tokoh masyarakat dan para tokoh pemuda yang menjadi panutan di masyarakat diharapkan tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memicu perpecahan.

Jangan pula mengajak atau mengarahkan masyarakat untuk menentukan pilihan pada pasangan tertentu, namun ajaklah masyarakat agar tetap tenang dan memilih sesuai kehendak masing-masing. Rakyat yang berdaulat. Pilih pasangan calon yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help