PosKupang/

Guru SMP Satap Ekafalo Desak Bupati TTU Copot Kepala Sekolah dan Bendahara BOS

Ini alasannya mengapa guru Satap Ekafalo desak Bupati TTU untuk copot kepala sekolah dan bendahara BOS

Guru SMP Satap Ekafalo Desak Bupati TTU Copot Kepala Sekolah dan Bendahara BOS
Net
Ilustrasi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM |KEFAMENANU - Sebanyak 10 guru dan 35 murid SMP Satap Negeri Ekafalo, Desa Oenbit, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU meminta Bupati TTU mencopot Martinus Kono dari jabatan kepala sekolah dan Yohanes Boas dari jabatan bendara dana BOS.

Pasalnya, kepala sekolah diduga menilep uang PIP tahap I tahun 2017 sebesar Rp 47.750.000 yang diperuntukan bagi 87 siswa.

Kemudian bendahara dana BOS diduga menyelewengkan dana BOS tahun 2017.

Aksi penolakan terhadap kepala sekolah dan bendahara dana BOS itu dilakukan 10 orang guru, 35 murid dan delapan tokoh pemerhati pendidikan SMP Satap Negeri Ekafalo.

Kesepuluh guru yang menolak yakni, Wihelmina Manehat, Martinus Buatefa, Primanelia Usboko, Maria Elisabeth Bone, Paulus Manikin, Herybertus K. Taolin, Fransiskus Taimenas, Yasintha Maumabe, Cristina Neonbeni, dan Rosina Selviana Kasenube. Mereka menandatangani dalam surat penolakan tertanggal 7 Desember 2017.

Menurut mereka, dana PIP tahap I tahun 2017 sebesar 47.750.000 yang diperuntukan bagi 87 siswa belum dibayar.

Kemudian, pembayaran dana PIP tahun 2016 belum terbayar bagi delapan orang siswa yang saat ini sudah duduk di kelas X.

Nama-nama murid yang belum terima dana PIP terlampir dalam surat.

Menurut guru-guru Pengelolaan dana BOS tidak transparan dan ada dugaan penyelewengan dan BOS tahun 2017 yang dibuktikan dengan buku rekening dan BOS disembunyikan oleh kepala sekolah dan bendahara dana BOS.

Dalam surat tersebut guru mengkeluhkan ketiadaan papan tulis, board maker, kapur tulis, meja, kursi dan perlengkapan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Teni Jehanas
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help