PosKupang/

Waduh! Kemiskinan di NTT Ternyata Pada Tingkat Seperti Ini

Hasil survei secara nasional, ternyata kemiskinan Propinsi NTT sangat riskan mencapai 22,1 persen

Waduh! Kemiskinan di NTT Ternyata Pada Tingkat Seperti Ini
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Suasana Rakor penanggulangan kemiskinan di NTT yang berlangsung di Siwss Belinn Kristal Hotel, Selasa (14/11/2017) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Provinsi NTT merupakan daerah termiskin setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Angka kemiskinan di NTT mencapai 22,1 persen.

Hal ini disampaikan Lucky Karyanto dari Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan pada Rapat Kordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTT di Swiss Belinn Kristal Hotel , Selasa (14/11/2017).

Rakor ini dibuka oleh Kepala Bappeda NTT, I Wayan Darmawa, M.T dan dihadiri Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) se-NTT, pejabat Bappeda NTT serta undangan lainnya.

Rakor dengan tema: "Peran pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan ini menghadirkan dua pembicara yakni dari Kementerian Desa dan PDT oleh Ir. Markos Effendi. M.Si selaku Kabag Hukum Orgnisasi dan Tata Laksana,
Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan.

Sedangkan pada pemateri kedua disampaikan oleh Lucky Karyanto dari Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan.
Sementara moderator, Elisabeth Lendes.

Pada pemaparan materi oleh narasumber kedua, Lucky Karyanto, terungkap bahwa secara nasional, Provinsi NTT masuk ranking ketiga termiskin setelah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Menurut Lucky, angka kemiskinan di NTT sebesar 22,1 persen artinya dari jumlah penduduk NTT sekitar 5 juta, ada 22.1 persen masyarakat yang hidupnya ada di bawah garis kemiskinan.

Secara Nasional lanjutnya, Provinsi yang paling rendah angka kemiskinan, yaitu DKI Jakarta. Secara nasional juga, kemiskinan di NTT selalu berfluktuasi.

Dia mencontohkan angka kemiskinan di NTT menurun mulai tahun 2011-2016.

"Khusus di NTT terjadi fluktuasi, mulai tahun 2011-2013 menurun, 2014 sedikit menurun dan naik lagi pada 2015.
Kalau kita lihat angka-angka ini, harus ada gerakan bersama untuk buat percepatan-percepatan dalam penanggulangan kemiskinan," katanya.

Dikatakan, untuk menanggulangi kondisi ini, ada beberapa solusi intervensi yang bisa ditempuh, seperti bantuan beras sejahtera, bantuan sosial, Pendamping Keluarga Harapan (PKH) serta program sosial lainnya. (*)

Penulis: oby_lewanmeru
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help