PosKupang/

Tutor PAUD Ini Terharu Dikunjungi Istri Para Menteri

Kristina sempat menceritakan jika tiga orang tutor di Paud Manukakae merupakan sukarelawan.

Tutor PAUD Ini Terharu Dikunjungi Istri Para Menteri
POS KUPANG/DION KOTA
Kristina Seuk sedang bersalaman dengan istri para menteri yang datang mengunjungi Paud Manukakae, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | BETUN -  ‎Kristina Seuk, tutor Paud Manukakae, mengaku sangat terharu bisa dikunjungi istri-istri para menteri yang tergabung dalam organisasi solidaritas era kabinet kerja (OASE), Selasa ( 14 / 11 / 2017).

Dirinya sangat senang bisa menerima Istri para menteri tersebut di gedung Paud Manukakae.

"Perasaan saya bercampur senang dan terharu bisa dikunjungi istri para menteri. Tadi saya sampai gugup saat diajak untuk berbincang seputar Paud Manukakae. Ini pertama kali desa kami dikunjungi tamu dari pusat," ungkap Kristina sambil tersenyum.

Dalam kesempatan tersebut, Kristina sempat berdialog dengan dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, istri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo selaku Ketua Umum TP PKK, istri Menteri Sekretaris Kabinet,‎ ‎Hani Pramono Anung, ‎istri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, ‎Bintang Puspayoga, istri Menteri Sekretaris Negara, Ida Pratikno, istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ratna Jona dan istri Menteri PUPR, Kartika Basuki yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malaka, Beatrix Yasintha Bria Seran.

Kristina sempat menceritakan jika tiga orang tutor di Paud Manukakae merupakan sukarelawan.

Oleh sebab itu, dirinya berharap ada perhatian dari Pemkab Malaka agar para tutor tersebut bisa diangkat menjadi pegawai kontrak.

"Jika bisa, tolong kami diangkat menjadi pegawai kontrak. Selama ini kami mengajar 36 anak Paud tanpa ada bayaran sepeser pun. Kami sangat berharap usai kunjungan ini ada perhatian dari Pemerintah Malaka terkait nasib kami ke depan," ujarnya.

Kepala Desa Barada, Joseph Bria Seran mengaku senang desanya dipilih sebagai penerima bantuan bedah kampung.

Ia mengatakan, dengan adanya bantuan program tersebut tentunya akan meningkatkan pembangunan infrastruktur di desanya.

Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Memang di desa kami pembangunan infrastruktur masih sangat minim. Mulai dari pembangunan jalan, listrik, jaringan perpipaan air dan jaringan telekomunikasi masih sangat terbatas. Dengan masuknya program bedah kampung diharapkan dapat membebaskan kami dari keterisolasian pembangunan infrastruktur selama ini," ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help