PosKupang/

Ini Saran Anggota DPRD TTS Soal Potensi Wisata Hutan Mahoni

DPRD TTS punya saran konkrit terkait pengembangan pariwisata Hutan Mahoni di wilayah itu

Ini Saran Anggota DPRD TTS Soal Potensi Wisata Hutan Mahoni
Pos Kupang/Novemy Leo
Hendrik Babys 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Novemy Leo

POS KUPANG.COM | SOE - Sejumlah anggota DPRD TTS yakni Egi Usfunan, Hendrik Babys dan Yusuf Ale berharap Dinas Pariwisata TTisa lebih gencar mempromosikan dan melakukan inovasi terhadap pengembangan sejumlah potensi wisata termasuk hutan Mohoni yang ada di Kota SoE itu.

Menurut Yusuf, promosi wisata termasuk hutan mohoni harus gencar dilakukan pihak dinas pariwisata.

"Promosi bisa dilakukan dengan berbagai cara dan cara yang paling efektif yakni promosi melalui media sosial seperti facebook, tweeter, dan webside dan iklan serta media massa. Cara ini sangat efektif agar potensi wisata bisa dikenal luas," kata Yusuf, Sabtu (11/11/2017).

Terkiat biaya promosi yang besar, Yusuf mengatakan, untuk mendapatkan hasil yang besar maka hal besar juga harus dilakukan.

"Kalau mau dapat PAD yang besar maka biaya promosi juga harus besar kan," kata Yusuf.

Egi menilai selama ini peran dinas pariwista dalam mengembangkan sejumlah objek wisata yang ada di TTS belum maksimal. Alasan klasik yang dikemukakan pemerintah yakni ketiadaan dana. Padahal dana itu bukan hal utama.

Tapi bagaimana kreatifitas dan inovasi yang bisa dilakukan oleh dinas pariwisata saat akan mengembangkan potensi wisata yang ada, seperti di hutan mahoni itu, itulah yang utama.

"Sekarang ini tergantung dari kreatifitas dan inovasi dari pimpinannya untuk bagaimana melihat potensi wisata yang ada. Kalau hanya alasannya dana ya itu tidak kreatif," kata Egi.

Sepasang calon pengantin melakukan foto prewedding di hutan Mahoni SoE.
Sepasang calon pengantin melakukan foto prewedding di hutan Mahoni SoE. (POS KUPANG/NOVEMY LEO)

Egy juga berharap agar pemeirntah jangan beralasan tidak bisa mengelola hutan mahoni itu karena kewenangannya ada pada kehutanan propinsi.

"Kan pemda TTS bisa berkodirnasi dengan dina kehutanan propinsi untuk bagaimana mengembangkan potensi wisata hutan mahoni yang ada di TTS itu. Pertanyaannya sekarang, Pemda TTS mau tidak berkordinasi dengan pihak propinsi NTT," kata Egi.

Hendrik mengatakan, agar bisa mendatangkan PAD yang banyak maka pemeirntah hendaknya memperbaiki sarana prasarana serta fasilitas menuju ke hutan mahoni.

"Jalan menuju ke lokasi hutan mahoni harus diperbaiki, siapkan tempat kuliner dan juga jual aksesoris dan toilet yang baik. Dengan demikian wisatawan bisa nyaman saat berada di sana," kata Hendrik.

Hendrik menambahkan, selain bisa menjadi tempat wisata, pohon mahoni itu sebenarnya banyak manfaatnya mulai dari batang, daun, biji dan bunganya. Sebagai bahan pembuat meubel nomor dua setelah jati, juga berkhasiat di bidang kesehatan. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help