Petani Lembor Beli Beras dari Bima karena Stok Beras Lokal Menipis

Sejumlah warga di Kecamatan Lembor, mulai membeli beras dari para petani di Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat (Mabar).

POS KUPANG.COM, LEMBOR -- Sejumlah warga di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), termasuk para petani di daerah lumbung beras NTT itu mulai membeli beras yang didatangkan penjual beras di Pasar Lembor dari para petani di Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat (Mabar).

Pasalnya, stok beras di gudang beras NTT itu semakin menipis karena belum panen. Kondisi ini diperparah oleh sistem ijon yang dilakukan para pemilik modal yang menjual beras hasil ijon ke daerah lain. Harga beras di daerah persawahan irigasi seluas 3.500 hektar itu juga sudah naik. Beras yang sebelumnya dijual Rp 9.000/kg, kini naik menjadi Rp 9.500 sampai Rp 10.000/kg.

"Memang stok beras semakin menipis. Sejak Februari 2015 sampai awal Maret 2015 ini, saya sudah dua kali memesan beras dari para petani di Bima untuk jual di Lembor. Totalnya sudah 15 ton. Terakhir beras dari Bima tiba tadi malam (Malam Selasa, Red) sebanyak enam ton. Saya beli dari petani di Bima seharga Rp 8.800/kg dan jual di Lembor seharga Rp 9.500/kg," kata Basri, salah seorang penjual beras di Pasar Lembor, Selasa (3/3/2015).

Dikatakannya, selama ini dia menjual beras lokal dari para petani Lembor. "Kebetulan saya juga punya penggilingan padi di Lembor. Tapi karena sekarang lagi sepi dan stok beras tidak ada, makanya saya pesan dari Bima untuk jual di Lembor," kata Basri.

Beras yang dibelinya dari Bima, jelas Basri, dijual ke kios-kios warga di Lembor dan sekitarnya. "Ada pemilik kios yang membeli sebanyak 500 kg dan ada juga yang sampai satu ton untuk dijual lagi," katanya.

Sobina Soul, salah seorang penjual beras eceran di pasar itu, mengakui naiknya harga beras di Lembor. "Sebelumnya Rp 9.000/kg, tapi sekitar dua bulan terakhir harganya naik menjadi Rp 9.500/kg. Mungkin karena belum panen karena panen baru berlangsung sekitar pertengahan Maret ini," kata Sobina.

Penjual beras lainnya, Bapa Celvin mengatakan, beras yang dijual seharga Rp 485.000/karung ukuran 50 kg. "Sebelumnya harga beras Rp 450.000/karung ukuran 50 kg. Saat ini untuk beras biji bulat, seperti roslin, GH dan biji bulat lainnya seharga Rp 475.000/karung ukuran 50 kg. Sedangkan beras IR seharga Rp 485.000/karung ukuran 50 kg. Kalau jual eceran ada yang harga Rp 10.000/kg," kata Bapa Celvin.

"Sekarang harga beras sudah mencapai Rp 480.000/karung ukuran 50 kg. Bahkan ada yang harganya lebih dari itu. Padahal sebelumnya Rp 450.000/karung ukuran 50 kg," kata Marjuni, penjual beras lainnya. (ser)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help