Kampanye Pilgub NTT

Cawagub Frenly Tak Pernah Bicara

Suasana debat lima pasangan Cagub dan Cawagub NTT periode 2013-2018 di Aula El Tari-Kupang, Kamis (14/3/2013) siang, tampak kurang dinamis.

Cawagub Frenly Tak Pernah Bicara - calon_gub_ntt.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
DEBAT-- Suasana debat pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT periode 2013 - 2018 di Aula El Tari Kupang, Kamis (14/3/2013) siang.
Cawagub Frenly Tak Pernah Bicara - calon_gub_ntt_(6).JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK -- Suasana debat  lima pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) NTT periode 2013-2018 di Aula El Tari-Kupang, Kamis (14/3/2013) siang, tampak kurang dinamis.

Para pasangan calon tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyampaikan pesannya kepada para audiensnya.  Mereka hanya diberi waktu tiga menit untuk memaparkan materinya.

Ada pasangan yang dengan lengkap dan tuntas menyampaikan pesannya, namun ada yang tidak sempat menyampaikan pesannya secara lengkap.  Yang cukup mencolok dalam debat itu, empat cawagub berkesempatan berbicara kecuali calon wakil gubernur NTT dari Paket Frenly, Benny Litelnoni,  tampak diam hingga debat berakhir.

Yang menarik ketika dalam sesi kedua debat itu, pasangan calon menarik nomor sebagai nomor pasangan debatnya. Paket BKH-Nope menarik nomor urut 2, yakni paket Tunas sebagai pasangan debatnya. BKH menanyakan bagaimana tata kelola pemerintahan melalui fit and proper test dan tentang komitmen Tunas terhadap tambang.

Selanjutnya pasangan Frenly menarik dan mendapat nomor 3, pasangan CristAL sebagai pasangan debat. Frenly menanyakan bagaimana paket CristAL menekan angka kematian ibu dan anak.

Suasana gaduh saat paket CristAL menarik nomor 5, BKH-Nope sebagai pasangan debat. Seluruh peserta yang hadir memberi aplaus meriah. Paket CristAL meminta klarifikasi dari BKH-Nope tentang kampanye untuk membebaskan biaya kesehatan, padahal saat ini sudah ada jamkesmas dan jamkesda.

"Dalam kampanye kami menyampaikan bahwa akan bagi kartu sehat sebagai wujud komitmen pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga. Kita akan proaktif bagikan kartu sehat bagi warga kurang mampu," jawab BKH.

Suasana semakin memanas ketika Abraham Liyanto bertanya kepada Wellem Nope tentang konsep di bidang ekonomi dan Nope menjawab dengan menjelaskan tentang tenaga kerja wanita.

Berikutnya, pasangan Tunas menarik nomor urut 1. Kepada Esthon-Paul, Medah bertanya soal tambang. Sebelum  menjawab, Esthon sempat menyentil bahwa Medah adalah anak saksi nikahnya. Sentilan ini sontak membuat suasana ramai dan gaduh.

Tentang pertanyaan Medah, Esthon kembali menegaskan bahwa perlu ada evaluasi untuk moratorium. 

"Prinsipnya tambang harus dikelola sesuai kemauan rakyat. Jika Esthon-Paul terpilih, maka tugas pengawasan akan diserahkan kepada wakil termasuk kepariwisataan," kata Esthon.

Terakhir, pasangan Esthon-Paul menarik dan mendapat nomor urut 4 sebagai pasangan debat. Esthon membuka debat dengan menyapa Frans Lebu Raya dengan sebutan Frans frenku. Kemudian melanjutkan kalimat dalam dialeg Kupang, "bae sonde bae, Frans- Esthon juga bae."

Esthon menanyakan strategi percepatan peningkatkan pendapatan yang akan dilakukan oleh Frenly. Pertanyaan ini dijadikan Frans sebagai ajang kampanye dan menjawab dengan baik tentang program pemberdayaan yang sudah dilakukan.

STORY HIGHLIGHST
*  Benah Infrastruktur dan Ekonomi
*  Tidak Ada Politik Balas Jasa
*  Memperbaiki Kualitas Pendidikan
*  Pakta Integritas Wujudkan Birokrasi Bersih

Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help