A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pdt. Mel Atok S.Th, Menjadi Anak Terang Karena Kasih - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Pos Kupang

Pdt. Mel Atok S.Th, Menjadi Anak Terang Karena Kasih

Selasa, 5 Maret 2013 12:48 WITA
Pdt. Mel Atok S.Th, Menjadi Anak Terang Karena Kasih - Pdt__Mel_Atok,_S_Th_(3)1.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Pdt Mel Atok, S.Th saat onair di Radio Ramagong, Kupang-NTT
Pdt. Mel Atok S.Th, Menjadi Anak Terang Karena Kasih - Pdt__Mel_Atok,_S_Th__dan_keluarga1.jpg
istimewa
POS-KUPANG.COM --- GAYA bicaranya yang berapi-api dan ajakannya untuk setia mengikuti teladan Kristus, membuat orang yang mendengar kotbahnya bersemangat dan akhirnya 'mematuhi' ajarannya tentang kebenaran.

Dialah Pendeta Mel Atok, S.Th, pendiri Universal Youth yang menghimpun kaum muda dari berbagai gereja, seperti Kristen Protestan, Pentakosta, Kharismatik dan Katolik.

Siapa sangka pendeta ini dulunya seorang pemabuk, penjudi, pemakai narkoba, tukang berkelahi, pernah menikam orang dan merampok hingga masuk keluar sel. Apa yang membuatnya bertobat sehingga kini menjadi pendeta?  Semua kisahnya diceritakan kepada wartawati Pos Kupang, OMDSMY Novemy Leo, dalam wawancara eksklusif berikut ini.

Banyak orang bilang kehidupan Anda dulu sangat suram. Benarkah?

Apa yang dikatakan orang tentang masa lalu kehidupan saya yang sangat suram, buruk dan tidak seharusnya ditiru itu memang benar. Kehidupan saya dulu itu sangat buruk, jauh dari teladan Tuhan.

Sejak kecil dan remaja, saya selalu melakukan hal-hal buruk. Mungkin ini terjadi karena kehidupan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan pergaulan saya yang buruk sehingga perilaku saya terbentuk seperti itu.

Bisakah diceritakan kehidupan keluarga dan masa kecil Anda?

Saya berasal dari keluarga Katolik sehingga saya Katolik sejak lahir. Namun saat itu, jujur saja, saya tidak mendapatkan teladan iman dari orangtua.

Keluarga kami tidak takut Tuhan sehingga iman kami sangat lemah. Apalagi secara ekonomi, keluarga miskin sehingga banyak sekali kebutuhan kami yang tidak bisa tercukupi. Sudah begitu, ayah saya yang adalah seorang supir itu sangat jahat.

Ayah sering memukuli atau lebih tepatnya menyiksa saya dan tiga kakak saya dengan mempertontonkan tindakannya itu di depan masyarakat sehingga secara psikologis saya benar-benar tertekan. Kami malu dan menolak hal itu, tapi tidak bisa melawan ayah.

Apakah hal itu yang menyebabkan Anda akhirnya 'lari' ke hal buruk?

Ya, kemiskinan, penyiksaan, iman yang lemah, apalagi faktor lingkungan yang buruk menjadi pemicunya. Kami tinggal di Kelurahan Oepura, dan pada saat itu wilayah Oepura terkenal sebagai tempat `rawan', banyak anak-anak nakal.

Saya akhirnya melampiaskan kekesalan dengan 'lari ke jalan' dan di sanalah perilaku saya menjadi buruk. Berkumpul bersama teman-teman yang mungkin juga mengalami hal yang sama. Untuk bisa menonjol dan ditakuti orang, kami mulai merokok, minum mabuk, palak orang yang lewat, berkelahi. Bahkan tahun 1996, saya pernah menggunakan narkoba.

Katanya Anda juga pernah masuk keluar sel dan merampok, benarkah?
Ya, memang benar. Sekitar tahun 1996, saya pernah menggunakan narkoba, sekadar untuk coba-coba, sehingga tidak dibilang ketinggalan zaman. Uang untuk membeli barang haram itu dari hasil judi, palak dan lainnya.

Saya sudah pernah masuk keluar sel sebanyak tujuh sampai delapan kali. Kasusnya bervariasi seputar kenakalan remaja seperti berkelahi, palak orang. Pernah kami merampok mobil lalu kami belajar menyetir mobil pakai mobil hasil rampok itu.

Naasnya, saat bersama-sama belajar setir mobil, mobil itu menabrak rumah penduduk lalu kami lari. Dan beberapa hari kemudian kami ditangkap polisi. Saya disel hampir 21 hari.

Untunglah ayah saya meminjam uang lalu bersama orangtua lainnya membayar ganti rugi kepada korban sehingga kasusnya tidak sampai ke pengadilan karena diurus secara kekeluargaan. Itulah buruknya masa lalu saya. Namun saya beruntung karena Tuhan menyayangi dan memanggil saya untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Apa yang membuat Anda bertobat?

Saya bertobat saat saya melihat pertobatan dari teman saya yang preman itu masuk penjara karena menganiaya seorang petugas medis. Saat di penjara dia menemukan Tuhan dan akhirnya bertobat.

Ketika keluar dari penjara, dia menjadi pribadi yang berbeda 180 derajat. Perilaku, tutur katanya yang selama ini buruk menjadi sangat baik, dia menjadi anak yang takut Tuhan. Dia menjadi pengkotbah. Kejadian itu membuat saya heran dan bertanya apa yang membuatnya berubah seperti itu.

Beberapa waktu kemudian dia bersama temannya mengunjungi wilayah Oepura dan mengumpulkan masyarakat di sana termasuk saya dan preman lainnya untuk memberikan kesaksian dan menceritakan kebenaran firman Tuhan. Saat itu kami ada 30-an orang.

Tapi tidak banyak yang bertahan di tempat itu, hingga hari menjelang tengah malam, hanya tersisa saya sendiri bersama teman saya itu. Malam itulah hati saya digerakkan oleh Tuhan. Kasih Tuhan menyelimuti saya dan saya kemudian mengambil keputusan untuk bertobat dan mengikuti Kristus.

Mereka kemudian menumpangkan tangan dan mendoakan saya. Sejak malam itulah saya benar-benar bertobat dan mulai meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk. Saya diliputi kasih dan kasih itulah yang memenangkan kehidupan saya.

Akhirnya saya yang dulunya penjahat, pencuri, tukang berkelahi, perampok, pemakai narkoba, memiliki kasih dan menjadi anak terang, mengikuti teladan Kristus.

Setelah bertobat dan memulai hidup baru, apa tantangan yang Anda hadapi?

Tantangannya sangat besar. Tantangannya dari dalam diri, namun yang terbesar berasal dari teman-teman. Banyak teman saya yang mencemooh saya. Mereka katakan saya hanya pura-pura bertobat. Saya sok suci.

Saya seperti nabi palsu dan kata-kata lain yang sangat menyakiti hati saya dan keluarga. Namun semua itu bisa saya lewati. Suatu waktu saya menemui orangtua dan sanak keluarga  dan menyatakan ingin masuk Kristen dan akan sekolah menjadi pendeta.

Tanpa hambatan, orangtua dan sanak keluarga saya yang Katolik itu langsung menyetujuinya. Saya ingat, pada umumnya mereka mengatakan, `Kamu mau jadi apa saja terserah, yang penting kamu bertobat dan tidak melakukan hal-hal yang buruk lagi.' Akhirnya saya dibiayai sekolah pendeta di Jakarta sekitar tahun 2001 lalu.

Setelah menyandang gelar pendeta, apa yang Anda lakukan hingga saat ini?
Saya kembali ke Kupang-NTT dan menjalankan tugas saya sebagai hamba Tuhan, memimpin kebaktian, memberitakan kebenaran firman Tuhan kepada siapa saja. Saya melakukan gerakan ekumene dan tahun 2011 saya mendirikan Universal Youth, persekutuan orang muda yang bersifat universal.

Saat ini persekutuan ini sudah ada ratusan jemaat yang berasal dari denominasi, baik Kristen Protestan, Kharismatik, Pentakosta maupun Katolik. Visi misi dari persekutuan ini yakni memenangkan orang bagi Kristus.

Di persekutuan ini kami saling menguatkan iman. Saya menyarankan kepada jemaat bersangkutan untuk tetap di gerejanya sehingga bisa membangkitkan gerejanya.

Anda pernah `sakit'? Menurut Anda, kenapa orang menjadi `sakit'?


Seseorang menjadi pengguna narkoba, pencuri, pembunuh, pemerkosa, suka free sex atau melakukan hal-hal buruk yang melanggar perintah Tuhan atau saya katakan `sakit' itu karena banyak faktor penyebabnya.

Namun faktor mendasar yang menyebabkan mereka melakukan hal-hal buruk itu lantaran mereka kurang memahami kasih. Karena itulah, di Kota Kupang atau NTT ini banyak orang Kristen KTP. Hanya di KTP tercantum mereka beragama Kristen, tapi ternyata dalam kehidupannya mereka tidak bisa menunjukkan kasih kepada sesamanya.

Apa yang harus diakukan generasi muda agar tidak terjerumus dalam hal negatif?

Pahamilah kasih dan bagilah kasih itu kepada sesamamu sehingga Anda akan dimenangkan. Perbanyak mengikuti kegiatan positif di luar rumah, hari Minggu ke Gereja, ikut kegiatan rohani seperti KKR dan lainnya yang bermanfaat bagi pertumbuhan iman dan kualitas diri.

Bagaimana cara Anda 'menyembuhkan orang sakit'?

Salah satu cara, dengan terus memberitakan kebenaran firman Tuhan kepada setiap orang dalam setiap kesempatan. Saya merangkul dan memberikan firman Tuhan kepada para mantan preman, pencuri, orang yang suka free sex, pengguna narkoba.

Setelah mereka bertobat, saya ajak mereka untuk bersama-sama membina `orang sakit' lain. Karena mantan `orang sakit' tentu akan sangat baik dalam menyampaikan `obat penyembuh' untuk `orang sakit' yang lain.

Setelah menjadi pendeta, pernahkah Anda menyesal pernah mengalami sejumlah hal-hal buruk dalam kehidupan masa lalu Anda?

Dulu saya pernah menyesal terlahir dalam keluarga yang miskin, tak beriman dan penyiksa. Tapi setelah bertobat, saya justru bersyukur atas semua hal buruk yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Saya percaya bahwa dulu orangtua saya memukuli kami karena ada alasannya.

Dari sudut pandang positif, saya merasa bahwa saat itu sebenarnya Tuhan sedang memproses saya untuk menjadi pribadi yang siap menerima dan menyelesaikan tantangan ke depan. Ini semua proses berharga dalam kehidupan.

Dan dari proses itu membuat saya menjadi pribadi yang matang dan kaya pengalaman iman. Jika sekarang saya menghadapi orang yang mengalami hal buruk, maka saya sudah tahu bagaimana cara untuk `mengembalikan' kepercayaan diri dan iman mereka karena saya pernah mengalami masa buruk itu dulu.

Apa yang Anda cari dalam kehidupan ini?

Saya dan semua orang mencari keselamatan. Dan kita selamat bukan karena kita telah menyumbang semen atau memberikan kolekte yang banyak bagi gereja. Kita selamat karena kita mengerjakan dengan baik apa yang menjadi tugas kita. Kita selamat karena Tuhan yang memilih kita.

Sesuai injil Yohanes 15:16: Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu dan Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.

Bagi saya, pekerjaan sebagai pendeta itu merupakan pelayanan saya sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan. Apa yang ada pada diri saya semuanya adalah pemberian Allah yang terus diasah setiap waktu. Dan selama ini saya banyak belajar dari sejumlah pendeta dan pastor seperti Pater Bernard Beru, Romo Leo Mali, Romo. Maxi Un Bria. Dari belajar dan bertukar pikiran itulah, saya mendapatkan banyak masukan dan pengalaman berharga untuk bisa meningkatkan kualitas diri.

Apa pasal dalam Alkitab yang menjadi pegangan hidup Anda?

Saya juga punya suatu pasal dalam Alkitab yang selama ini menjadi penuntun hidup saya. Karena pasal itu sangat sesuai dengan perjalanan hidup saya. Yakni I Timotius, 1: 13-15: Aku yang tadinya adalah seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Perkataan ini benar dan patut diterima sepunuhnya; Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa; dan di antara mereka, akulah yang paling berdosa.'  (*)


Tebar Firman melalui Radio

TAK ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan di muka bumi ini; semuanya terjadi karena campur tangan Tuhan. Begitulah Pendeta Mel Atok, S.Th menanggapi perjalanan kehidupannya selama 32 tahun.

Berbagai suka duka, hal baik dan buruk yang telah terjadi dianggap sebagai proses pembelajaran dan pengalaman iman oleh lelaki kelahiran Kupang, 15 Januari 1981 ini.

Meski mendapat didikan terlampau keras dari orangtuanya, Vincent Atok dan Marlis Fanggidae, tak membuat Mel Atok menyesal. Adik dari Ayub, Beny dan Goris ini selalu mengucap syukur atas setiap hal yang dialaminya.

Setiap hari Minggu pukul 16.00 Wita, Mel Atok menjadi gembala sidang di Gereja Amazing Grace di BTN Kolhua. Untuk mengisi waktu luangnya di luar mimbar gereja, alumnus SMAN 3 Kupang ini terus menyampaikan kebenaran firman Tuhan melalui berbagai kegiatan.

Pemimpin kaum muda dalam persekutuan Universal Youth ini secara rutin menyiarkan kebenaran firman Tuhan melalui kotbah pada dua radio swasta di Kota Kupang. Yakni di Radio Ramagong Kupang setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00 - 11.00 Wita.

Dan menyapa pendengarnya di Radio Kaisarea Voice Kupang setiap hari Rabu pukul 06.30 Wita.

Suami dari Ivon Atok-Hormu ini bertekad terus melayani Tuhan dan sesama melalui pemberitaan firman Tuhan. Anak semata wayangnya diberikan nama Abcdef, yang bermakna Anak Berkat, Cinta, Damai, Empati dan Firman.

Pesannya kepada generasi muda, "Bacalah Yesaya 55: 6,  Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama ia dekat!"


Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
95582 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas