Pilkada Sikka dan Pilgub NTT

Uskup: Calon Korupsi, Jangan Pilih

Jelang Pilkada Sikka dan Pilgub NTT, Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, mengeluarkan surat gembala bagi umat katolik di Sikka.

Uskup: Calon Korupsi, Jangan Pilih
PK/RIS
Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD

Umat diminta memahami rekam jejak politik masing-masing calon. Tidak boleh memilih calon-calon (Bupati Sikka dan Gubernur NTT) yang secara publik diketahui berdasarkan rekam jejak politiknya berseberangan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh gereja seperti korupsi.

"Surat gembala ini agar menjadi tuntunan bagi umat guna memilih pemimpin di Sikka dan NTT tanggal 18 Maret 2013 nanti. Apalagi Sikka mayoritas katolik dan calon pemimpinnya banyak katolik. Tujuan politik itu kan baik untuk mensejahterakan orang. Oleh karena itu, calon pemimpin jangan mementingkan jabatan. Jangan mengutamakan dirinya dan keluarganya. Tetapi untuk kesejahteraan orang banyak, terutama orang kecil," kata Uskup Kherubim di Istana Keuskupan Maumere, Selasa (19/2/2013) siang.

Uskup Kherubim menjelaskan, dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Sikka dan Gubernur NTT nanti, akan berurusan dengan dua hal penting.

Pertama,
pengembangan sistem politik yang lebih baik yang menjamin kehormatan terhadap harkat pribadi manusia dan kesejahteraan bersama, khususnya peningkatan kesejahteraan sebagian besar warga yang sebagian besar miskin.

Kedua, pemilihan kepala daerah diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki kemampuan dan kepedulian untuk menyelenggarakan satu pemerintahan yang bersih dan mendukung nilai-nilai yang dianut.

"Acuan yang diajarkan oleh gereja ini menjadi penting pada saat ini ketika rakyat kebanyakan hanya dimobilisasi oleh kepentingan politik segelintir orang, politik uang yang merasuk sampai ke desa-desa. Sangat lemahnya, lembaga-lembaga pengawas, suku dan agama sering ditunggangi oleh segelintir elit untuk kepentingan politik sesaat. Berkembangnya apatisme politik di kalangan warga, kesejahteraan rakyat belum sungguh diperhatikan dalam penyelenggaraan negara dan korupsi yang terus merajalela di tengah penegakan hukum yang sangat lemah," kata uskup.

Dalam surat gembalanya, Uskup Kherubim menekankan sembilan hal penting.

Pertama
, terlibat secara aktif dalam kegiatan pemilihan kepala daerah Kabupaten Sikka dan Gubernur NTT.

Pastikan bahwa Anda terdaftar sebagai pemilih, terlibat dalam kegiatan pemilihan dan ikut mengawal prosesnya.

Kedua, tidak terlibat dalam praktek politik uang.

Ketiga, tidak menyebarkan isu-isu dan bersikap kritis terhadap isu-isu yang disebarkan. Berdiskusilah secara dewasa di dalam KUB, stasi, paroki dan dipelbagai kelompok kategorial serta secara bebas menentukan pilihan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Keempat, tidak tergoda oleh kepentingan jangka pendek memilih orang tertentu demi uang atau karena calon berasal dari suku atau agama yang sama. Berpikirlah dan bekerjalah untuk perubahan yang lebih berkelanjutan dan jangka panjang.

Halaman
12
Penulis: PosKupang
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help