Gubernur NTT Harus Cabut Keabsahan Forum Naker
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dminta untuk segera mencabut keabsahan dari forum komunikasi tenaga kerja (Forum Naker) NTT
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dminta untuk segera mencabut keabsahan dari forum komunikasi tenaga kerja (Forum Naker) NTT karena dinilai telah melakukan kejahatan dengan mengirimkan tenaga kerja wanita (TKW) asal NTT secara ilegal.
Hal ini disampaikan Anggota DPD RI asal NTT, Abraham Paul Liyanto dalam rapat koordinasi antara DPD RI dengan Sekda NTT dan instansi terkait lainnya di Kantor DPD RI NTT di Kupang, Jumat (8/2/2013) sore. Hal ini juga menjadi catatan penting dalam rapat yang dihadiri dua anggota DPD RI asal NTT lainnya yakni antara lain, Abraham Paul Liyanto dan Carolina Nubatonis Kondo.
Pejabat yang turut hadir, Sekda NTT, Frans Salem, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Propinsi NTT, Sinun Petrus Manuk, Dari Detasemen Polisi Militer NTT, Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda NTT, Apjati NTT, Kasat Pol PP NTT, Frans Lasa dan instansi terkait lainnya.
Dalam rapat ini, Paul Liyanto mendesak agar para pelaku pengiriman TKW ilegal harus diproses hukum agar memberikan efek jera.
"Menurut Pak Sekda, ada pengakuan bahwa ada dana dari forum naker untuk pemulangan para tkw ini. Padahal Pemulangan dari malaysia ke jakarta resmi dari negara," tegasnya sambil meminta agar Dinas Sosial Propinsi NTT untuk tidak lagi bergabung dalam Forum naker NTT ini.
Dikatakannya, Apjati NTT sebagai satu-satunya wadah yang sah yang mengurus tentang tenaga kerja karena itu sangat disayangkan jika pemerintah propinsi NTT bekerja dengan wadah lain yang tidak diketahui legalitasnya. Karena itu, dia meminta pemerintah segera keluar dari forum naker dan segera melakukan penertiban terhadap perusahaan-perusahaan pengerah jasa tenaga kerja indonesia yang nakal.
"Tutup sementara 14 PJTKI, dan segera disweeping. Kadis Sosial jangan kerja sama lagi dgn forum naker karena itu tidak sah. .Nanti bisa dibuktikan. Dan gubernur harus mencabut keabsahan forum naker ini," tegasnya.*