Minggu, 21 Desember 2014
Pos Kupang

Kapolda: Tak Ada Aturan Sat Pol PP Kawal Gubenur di Jalan Raya

Jumat, 11 Januari 2013 00:19 WITA

Kapolda: Tak Ada Aturan Sat Pol PP Kawal Gubenur di Jalan Raya
POS KUPANG/VEL
Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricki HP Sitohang
Laporan Wartawan Pos Kupang, Vemy Leo

POS KUPANG.COM, KUPANG
-- Kapolda  NTT, Brigjen (Pol) Ricky Sitohang, SH belum mendapat laporan soal kejadian polisi menahan Voorijder sipil (satpol PP, red) yang mengawal rombongan Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya saat pulang dari lokasi bencana di Belo, Kota Kupang, Kamis (10/1/2013) siang. Namun Kapolda Sitohang menegaskan, berdasarkan aturan perundangan yang berlaku, bahwa rombongan Gubenur seharusnya dikawal oleh Polisi lalulintas.
 
UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ) menjelaskan soal pengawalan kepala daerah seperti gubernur, walikota dan bupati, termasuk yang menggunakan konvoi voorijder itu dilakukan Polisi.

"Ga ada aturan Satpol PP kawal Gubernur saat menggunakan jalan raya tanpa ada pengawalan Polisi. Jangan bikin aturan sendiri dan jangan salah kaprah terhadap UU.  Seharusnya rombongan Gubernur NTT itu dikawal oleh Polisi Lalulintas. Satpol PP bisa saja ada, tapi mereka ikut dari belakang," tegas Kapolda Sitohang.

Menurut Kapolda Sitohang, bunyi ngoeng-ngoeng pada voorijder juga bukan asal dibunyikan asal pengawalan karena ada perbedaan ketentuan bunyi sirine maupun lampu rotator untuk kepolisian, ambulance, dinas perhubungan, dan lainnya.

"Mengawal pejabat itu tidak asal bunyi ngoeng-ngoeng. Setiap pengawalan ada ketentuannya," tegas Kapolda Sitohang.
Jika pengawalan dilakukan pihak kepolisian maka ada kordinasi dengan petugas kepolisian di lapangan. Mana jalan atau rute yang akan dilalui kepala daerah atau pihak yang dikawal. Sehingga sebelum mobil pengawalan melintas kondisi di jalanan sudah diamankan anggota kepolisian yang berada di sepanjang rute perjalanan.

Dan sebelum pengawalan pihak kepolisian akan melakukan SOP pengawalan, ada koordinasi, survei lokasi atau rute yang akan dilalui, susunan kekuatan atau rangkaian sesuai formasi.  

Jika hanya dikawal oleh Satpol PP, demikian Kapolda Sitohang, maka bisa menimbulkan hal tak dinginkan karena tidak ada koordinasi sama sekali dengan kepolisian. Contohnya jika mau menerobos lampu merah, dan tidak ada koordinasi dengan pihak kepolisian jelas berbahaya.*
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas