9 Wartawan di NTT Lulus Uji Kompetensi
Sembilan wartawan dari media cetak dan elektronik di Kota Kupang dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW)
Lima wartawan yang lulus kompetensi tingkat madya, yakni Bernadus Tokan (LKBN Antara), Didimus Payong Dore (SCTV), Hendro Teme (Radio Verbum), Alfred Dama (Pos Kupang) dan Benediktus Jahang (Pos Kupang).
Sementara yang lulus kompetensi tingkat muda, yakni Adi Rianghepat (LKBN Antara), Salomo Haba (Pos Kupang), Apolonia Mathilde Dhiu (Pos Kupang) dan Hermina Pello (Pos Kupang). Penguji dari PWI Pusat adalah Sasongko Tedjo, Djunaedi Tjunti dan Taty.
Sasongko dan Djunaedi, usai pengumuman kelulusan mengaku puas dengan hasil ini. Ia mengatakan, UKW dilakukan secara marathon di seluruh propinsi di Indonesia. Ia mengaku, dari hampir 30 propinsi yang menggelar UKW, NTT merupakan salah satu dari empat daerah di Indonesia yang pesertanya lulus 100 persen.
"Ini merupakan hasil yang luar biasa, meski baru pertama digelar di daerah ini. Daerah lainnya, hampir sebagian besar tidak lulus. Di NTT semua peserta lulus dengan nilai yang cukup memuaskan," kata Sasongko yang merupakan ketua bidang organisasi PWI Pusat.
Ketua PWI Cabang NTT, Dion DB Putra, mengaku sangat terharu dan bangga dengan kegiatan ini. Dia mengatakan, UKW di NTT merupakan kesempatan yang langka terjadi. Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada para penguji dan peserta yang mengikuti uji kompetisi itu sehari penuh tanpa istirahat.
"Materi yang diuji cukup berat. Mereka harus mengontak nara sumber langsung dihadapan penguji dan membuat beritanya baik dalam bentuk stright maupun feature misalnya tiga berita dalam 20 menit dan seterusnya. Ternyata semua peserta memiliki kompetensi dan kemampuan sehingga lulus dengan nilai memuaskan. Ke depan, kita harus menggelar uji kompetensi untuk angkatan berikutnya," kata Dion DB Putra.
Dua peserta, Bernadus Tokan dan Hendro Teme, mengaku cukup bangga. Meski sempat was-was karena materi ujian cukup berat, namun mereka mampu melakukannya dengan baik.
"Bagaimana kita disuruh harus mampu buat draf lay out koran. Kami ini kan tidak pernah buat itu, namun syukur kami bisa melakukannya lewat panduan para penguji," kata Hendro. (eko)