Tiga Kasus Tipikor Ditangani Polda NTT Harus Tuntas Tahun Ini

Kepala Kepolisian Daerah NTT, Brigadir Jenderal Polisi, Ricky H.P Sitohang memberikan batasan waktu kepada

Tiga Kasus Tipikor Ditangani Polda NTT Harus Tuntas Tahun Ini
PK/ALWI
Brigadir Jenderal Polisi Ricky H.P Sitohang
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kepala Kepolisian Daerah NTT, Brigadir Jenderal Polisi, Ricky H.P Sitohang memberikan batasan waktu kepada penyidik untuk menuntaskan penanganan tiga kasus korupsi yang sementara ditangani sebelum tutup tahun 2012.

Tiga kasus yang harus sudah tuntas ditangani yakni kasus korupsi penjualan aset tanah RRI Kupang, pengadaan pupuk Dinas Pertanian NTT dan pengadaan seragam pakaian di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kupang.

"Saya perintahkan kepada penyidik Tipikor Polda NTT kasus korupsi yang menjadi perhatian publik harus segera dituntaskan sebelum tutup tahun ini. Apalagi fakta, bukti sudah cukup maka tidak ada alasan lagi untuk tidak menuntaskan tiga kasus tersebut," ujar Ricky kepada Pos Kupang, Minggu (18/11/2012).

Ia menjelaskan penuntasan satu kasus korupsi tidak boleh berlarut-larut lagi. Apalagi ketentuan pemeriksaan terhadap seorang pejabat semisal kepala daerah semakin longgar. Semisal ada dugaan keterlibatan kepala daerah maka penyidik tidak memerlukan ijin presiden.

Selain itu, kata Kapolda Ricky, perhatian pemerintah untuk mendorong percepatan penuntasan kasus korupsi semakin bagus. Hal itu terbukti makin besarnya anggaran untuk penanganan kasus korupsi baik ditingkat penyelidikan maupun penyidikan.


"Saat ini pemerintah telah memberikan tambahan anggaran operasional untuk kepolisian dan kejaksaan. Dengan demikian tidak ada alasan lagi bagi polisi untuk tidak maksimal dalam suatu penanganan kasus karena terhambat persoalan dana.
Kapolda Ricky memberikan apresiasi kepada Kasubdit Tipikor Polda NTT, Kompol Benny R Hutajulu dan Ketua Tim Penyidik, AKP I Made Pasek Riawan dalam pengungkapan tiga kasus korupsi yang sementara menjadi perhatian publik. Untuk itu diharapkan keduanya bersama tim Tipikor Polda NTT dapat menuntaskan kasus itu secepatnya agar tidak menjadi tunggakan.

Sementara itu informasi yang dihimpun Pos Kupang di Mapolda NTT, tim penyidik tindak pidana korupsi telah memeriksa Direktur CV ECP, KM sebagai tersangka, Rabu (14/11/2012) lalu. Tersangka KM diperiksa penyidik tindak pidana korupsi lantaran perannya sebagai kontraktor pelaksana pengadaan pupuk dan obat- obatan untuk intensifikasi tanaman padi dan palawija itu senilai Rp 976.675.000 di Dinas Pertanian NTT pada tahun 2009 silam.

Pemeriksaan KM sebagai tersangka dilakukan setelah polisi menerima perhitungan kerugian negara yang terjadi dalam kasus tersebut dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan NTT. Jumlah kerugian negara yang terjadi dalam pengadaan pupuk itu senilai Rp 887.886.363.

Pasca pemeriksaan KM, penyidik tipikor Polda NTT akan memeriksa tersangka lainnya dalam kasus yang sama. Bila tidak ada aral melintang pemeriksaan akan berlangsung dalam minggu ini.

Sementara untuk penanganan kasus pengadaan pakaian seragam di Dinas PPO Kabupaten Kupang, informasi yang dihimpun penyidik terus berupaya memenuhi data yang diminta BPKP NTT untuk kepentingan perhitungan kerugian negara. Dalam kasus itu tim BPKP NTT sudah menemukan adanya indikasi kerugian negara. Namun untuk detail besar kerugian BPKP NTT masih membutuhkan beberapa data dari penyidik terkait proyek tersebut.

Terkait kasus penjualan aset tanah RRI Kupang, informasi yang dihimpun Pos Kupang, penyidik sudah memeriksa ahli waris Foenay yang menghibahkan tanah itu kepada RRI Kupang. Rata-rata ahli waris mengaku kaget tanah yang dihibahkan ke RRI Kupang malah dijual kepada pengusaha setelah disertifikatkan pribadi. Untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini, polisi akan meminta BPKP NTT menghitungnya.

Penulis: alwy
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help