Bidan di Lembata Setahun Tunggu SK Penempatan
Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir (KIBBLA) di berbagai kecamatan di Lembata
Kekosongan itu sudah terjadi paskah mutasi sekitar satu tahun lalu. Sampai saat ini Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penempatan Bides di Lembata.
Pada satu sisi, kurang lebih 30-an Bides masih menunggu SK bupati.
Demikian Anggota Komisi II DPRD Lembata, Fredy Wahon menceritakan kepada Pos Kupang Selasa (7/8/2012) mengenai keluhan dari tokoh-tokoh masyarakat dan kepala-kepala desa di sejumlah kecamatan di Lembata.
"Masyarakat Kedang, Buyasuri, Ileape, Ileape Timur dan Hadekewa mengeluh. Sebagian besar puskesmas dan puskesdes yang ada belum diganti setelah Bides dimutasi sekitar satu tahun yang lalu," tambah Fredy.
Fredy meminta bupati Eliazer supaya lebih fokus dalam menyelesaikan masalah-masalah di Kabupaten Lembata.
"Bupati itu jangan hanya jalan-jalan keluar daerah. Jalan itu juga adalah kerja, tetapi jauh lebih penting mencermati masalah-masalah di daerah ini. Masa sudah satu tahun ini, SK belum bisa dikeluarkan," kesal Fredy.
Fredy menilai, Bupati Eliaser kurang fokus pada persoalan yang ada di Lembata. "Bupati tidak fokus melihat persoalan di Lembata," kata Fredy.
Fredy meminta bupati agar memiliki cukup waktu untuk mendalami permasalahan-permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat Lembata. Memprioritaskan penyelesaian masalah-masalah itu.(kk)