PosKupang/

Pilgub NTT

Jika Duet FREN Bubar, Elektabilitas Esthon Naik

Elektabilitas atau tingkat kemungkinan terpilih Esthon Foenay terus naik jika duet Frans Lebu Raya dan Esthon L Foenay (FREN) 'cerai'.

Jika Duet FREN Bubar, Elektabilitas Esthon Naik
DOK
Esthon Foenay
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Elektabilitas atau tingkat kemungkinan terpilih Esthon Foenay terus naik jika duet Frans Lebu Raya dan Esthon L Foenay (FREN) 'cerai'. Kondisi ini menjadikan Partai Gerindra, pimpinan Prabowo Subianto, tidak ragu lagi mengusung Esthon menjadi calon Gubernur NTT pada suksesi tahun 2013.

"Dalam beberapa bulan terakhir, elektabilitas duet FREN semakin menurun. Kami tidak tahu dua atau tiga bulan ke depan. Dan fakta lain menunjukkan calon yang belum sosialisasi trennya terus naik. Dari temu dan diskusi dengan berbagai tokoh, LSM, kalangan akademisi dan politisi menunjukkan kalau duet FREN 'cerai',  maka elektabilitas Esthon lebih tinggi dibandingkan dengan Frans Lebu Raya," ujar Korwil NTT Dua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Fary Francis, kepada wartawan di Kupang, Selasa (12/6/2012) malam.

Fary mengakui, para kader dan seluruh jaringan Gerindra sudah bergerak dan berbuat mengusung Esthon menjadi calon Gubernur NTT. Keyakinan itu juga dikuatkan dari  suara-suara dari pimpinan dewan pimpinan cabang dan suara-suara masyarakat saat ia turun ke kampung.

Menurut Fary, meski tren duet FREN cenderung menurun, perolehan angkanya masih tertinggi dibandingkan dengan calon-calon lain. Hanya saja, kondisi seperti ini akan berpotensi duet itu elektabilitasnya turun terus. "Padahal calon-calon yang belum bersosialisasi sudah mulai mendekati persentase elektabilitas FREN. Dan, bisa jadi, duet itu akan terus anjlok," jelas Fary.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTT, Gabriel Beri Binna, mengatakan, selama ini pihaknya tidak terburu-buru mengusung Esthon sebagai Cagub. Pasalnya, pernyataan pengusungan bakal calon pada awal-awal tidak banyak memberikan keuntungan terhadap figur. "Nanti pada saatnya Pak Esthon akan mengumumkan itu," ujar Gabriel.

Ia mencontohkan beberapa propinsi/kota/kabupaten wakil gubernur/wakil bupati menyatakan terlalu awal maju sebagai calon kepala daerah berpengaruh pada pelayanan publik. "Jangan sampai nanti pelayanan publik menjadi terbengkalai," tegasnya.

Lain halnya dengan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kupang, Christian Funay. Dia menyatakan siap mendukung Esthon sebagai Calon Gubernur NTT. Hanya saja  semua masih menunggu mekanisme yang diatur dalam aturan partai. "Semua PAC sudah menyampaikan kepada kami. Dan, kami arahnya ke Pak Esthon Foenay. Apalagi sudah ada lampu hijau dari Pak Prabowo untuk NTT 1," demikian Funay. (aly)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help