Kamis, 11 Juni 2026

Ujian Nasional

Siswi ini Lulus SMK Tapi Dibatalkan Pihak Sekolah

Yuvita Sarinon, siswi SMK SMK Sta.Mathilda Maumere yang sudah dinyatakan lulus harus menerima kenyataan pahit

Tayang:
Editor: Alfred Dama
zoom-inlihat foto Siswi ini Lulus SMK Tapi Dibatalkan Pihak Sekolah
POS KUPANG/ARIS NINU
Yukunduanus Bura bersama istri mengadukan nasib anaknya yang kelulusannya dibatalkan
Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, MAUMERE --  Yuvita Sarinon, siswi SMK SMK Sta.Mathilda Maumere yang sudah dinyatakan lulus harus menerima kenyataan pahit. Kelulusaanya dalam Ujian Nasional di sekolah itu yang diumumkan melalui pembagian amplop 26 Mei 2012 lalu, dibatalkan lagi oleh pihak sekolah.

Pihak orangtua dan keluarga yang tidak menerima perlakuan tersebut pun mengadukan kasus ini ke DPRD Sikka.

"Saya hanya mau minta Ijasah anak saya karena saya sudah persiapkan anak saya harus melanjutkan sekolahnya di Makassar. Saya tidak butuh uang sekalipun saya di bayar ratusan juta rupiah. Saya masih mampu cari uang untuk anak saya.Anak saya pada tanggal 26 Mei 2012 saat terima amplop pengumuman lulus tapi tanggal 31 Mei 2012 didatangi gurunya kalau kelulusan itu dibatalkan lagi," kata Yukunduanus Bura, ayah dari Yuvita Sarinon, Jurusan Keperawatan SMK Sta.Mathilda Maumere.

Yukunduanus  Bura, pagi itu, ke Kantor DPRD Sikka, Senin (4/6/2012) pagi mengadukan nasib yang dialami anaknya ke Komisi C DPRD Sikka.

Kabar yang tidak menyenangkan itu diterima, Kamis (31/5/2012)  lalu saat ada Tim SMK Sta.Mathilda Maumere menuju rumahnya di Dusun Magetlegar, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng guna menyampaikan kalau Yovita tidak lulus.

Yukunduanus  sempat kaget karena tiba-tiba anaknya ditelepon pihak sekolah dirinya dan orang tuanya menghadap Kepala Sekolah, Kamis (31/5/2012).

Setibanya di  SMK St. Matilda, paparnya, anaknya langsung menemui  5 orang guru utusan dari SMK St. Matilda Maumere.

Setelah itu diberitahu kalau ternyata hasil pengumuman yang mengatakan anaknya lulus ternyata tidak benar maka itu anaknya kembali ke rumah orang tuanya di Magetlegar Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng.

Saat kembali ke Wolomotong, ada guru yang mendampingi anaknya. Tiba di Wolomotong, salah seorang guru utusan SMK St. Matida, Hermenegildus Sabar langsung menyampaikan bahwa kedatangannya meminta kembali amplop kelulusan Yuvita Sarinon dan menyampaikan Yuvita seharusnya tidak lulus UN serta menyerahkan uang 1 juta rupiah tanda permohonan maaf.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved