Rabu, 3 Juni 2026

Rumah Sarlota Haning Ludes Terbakar

Peristiwa naas kembali terjadi di Kota Kupang, Minggu (20/5/2012) pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto Rumah Sarlota Haning Ludes Terbakar
POS KUPANG/BENNY JAHANG
Rumah permanen serta kos-kosan milik Ny. Sarlota Haning, ludes terbakar, Minggu (20/5/2012).
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Peristiwa naas kembali terjadi di Kota Kupang, Minggu (20/5/2012) pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, rumah milik Ny. Sarlota Haning, di RT 05/RW02, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, ludes terbakar.  Dalam kejadian itu, tak ada korban jiwa.

"Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk memadamkan api. Kami sirami api dengan air, tetapi itu tidak bisa membantu. Api sudah terlalu besar," ujar Yunus Palang, salah seorang saksi mata.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di lokasi kejadian, menyebutkan, pagi itu Ny. Sarlota bersama sejumlah penghuni kos, sedang berada di rumah tersebut. Yang lain sementara istirahat dan yang lainnya sedang memasak di dapur.

Entah kenapa, tiba-tiba api menjilat-jilat dinding dapur yang terbuat dari bebak itu. Kobaran api terus membesar, apalagi terpaan angin cukup kencang di pagi hari itu.

Melihat kejadian itu, sejumlah warga mulai berdatangan untuk memberikan pertolongan. Mereka berusaha sekuat tenaga memadamkan api dengan menyirami air ke dinding-dinding rumah.

Akan tetapi, usaha tersebut sia-sia. Api terus membesar dan merambat ke rumah induk milik Ny, Sarlota yang letaknya persis di samping rumah yang dijadikan sebagai kos-kosan mahasiswa itu.

Api baru berhasil dijinakkan, setelah mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tiba di lokasi kejadian perkara, satu jam kemudian. Saat mobil itu tiba, api sudah melahap sebagian besar rumah itu, sehingga bantuan tersebut tak berarti bagi korban.

Peristiwa naas yang terjadi di RT 05/RW02, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang itu,  membawa kerugian material yang cukup besar bagi Ny. Sarlota dan para penghuni kos.

Yunus Palang, salah seorang saksi mata menyebutkan,

ia bersama warga lainnya, tak bisa berbuat banyak saat peristiwa tersebut. Sebab saat kejadian, tiupan angin cukup kencang, sehingga api merambat begitu cepat ke rumah induk yang letaknya persis di samping kos-kosan itu.

"Kami sudah berusaha sekuat tenaga untuk memadamkan api. Kami sirami api dengan air, tetapi itu tidak bisa membantu. Api sudah terlalu besar," ujar Yunus, dibenarkan beberapa warga lainnya.

Ia menuturkan, api baru dapat dikendalikan satu jam kemudian, setelah mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tiba di tempat kejadian perkara.

Kejadian itu mendapat perhatian dari para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Saat peristiwa itu, Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek dan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loude, juga datang ke lokasi kejadian. (ben)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved