Rabu, 10 Juni 2026

10 Desa Terjebak Luapan Benenain

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Belu sejak pekan lalu, mengakibatkan Sungai Benenain meluap.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto 10 Desa Terjebak Luapan Benenain
Istimewa
Luapan banjir dari Sungai Benenain melanda desa-desa di Malaka Barat. Tampak banjir menerjang rumah penduduk, Sabtu (12/5/2012).
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -- Hujan deras disertai angin kencang yang  melanda wilayah selatan Kabupaten Belu sejak pekan lalu,  mengakibatkan Sungai Benenain meluap dan merendam rumah warga di 10 desa di daerah itu. Tanaman pertanian pun disapu bersih.

Kerusakan tanaman paling banyak terjadi Jumat (11/5/2012) hingga Sabtu (12/5/2012). Saat itu, luapan banjir setinggi 1,5 meter sehingga sebagian penduduk sepanjang daerah aliran sungai terjebak dalam rumah masing-masing.

Kepala Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Anderias Nahak Seran, S.H, ketika dikonfirmasi Pos Kupang, Minggu (13/5/2012) membenarkan adanya banjir Benenain yang menghantam wilayah Malaka Barat itu.

Menurut Seran, luapan banjir Sungai Benenain itu meresahkan warga setempat. Ribuan rumah warga digenangi air  dan tanaman pertanian rusak total.

"Saya hanya mengimbau warga agar tinggal di rumah, jaga diri dan jaga harta benda agar tidak terbawa banjir," kata Seran.

Ketua Komite SMAN I Malaka Tengah ini mengungkapkan, tanda-tanda akan datangnya banjir sudah diketahui warga sebelumnya. Karena tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Malaka Barat.

Menurut dia, apabila selama 3 hari hujan turun tanpa berhenti, maka pasti ada banjir. Apalagi letak wilayah Malaka Barat berada di dataran rendah sehingga mudah dilanda banjir.

Warga Desa Umatoos, Sebastianus Seran dan Charollus Klau, mengakui kalau sepanjang malam sejak Jumat (11/5/2012), seluruh warga tidak bisa tidur. Mereka hanya berdiam di dalam rumah masing-masing. "Kami hanya bisa melihat air dengan ketinggian awal sekitar 30 cm, kemudian bertambah menjadi 1 meter hingga 1,5 meter. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali memperhatikan harta benda yang ada di dalam rumah termasuk ternak ayam, sapi dan babi," kata Sebastianus.

Sedangkan lahan pertanian dan perkebunan warga, menurut dia,  tidak bisa diperbaiki lagi dan hanya pasrah pada kondisi alam yang ada. "Lahan pertanian dan perkebunan warga disapu bersih banjir yang terjadi Jumat (11/5/2012) malam. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan pun ludes dibawa banjir. Untuk sementara, kami pasti akan kekurangan bahan makanan terutama beras," ujar Sebastianus. (yon)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved