Usai Makan Daging Babi, Satu Tewas Lima Sekarat
Nasib sial dialami warga Kampung Gurun, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Sabtu (4/5/2012) malam.
Akibatnya, satu orang di antaranya, yakni Fransiska Hadiah (35 tahun) meninggal dunia. Sementara lima orang lainnya, yakni Valeria Ano (42), Adrianus Ambo (23), Vabianus Gas (43), Kanisius Tagur (13) dan Maria Valentina Darus (11) sekarat karena dehidrasi.
Pantauan Pos Kupang di Puskesmas Borong, Senin (7/5/2012), para korban sudah mendapat perawatan medis. Mereka diinfus dan diberi obat-obatan. Mereka belum bisa bergerak normal karena kondisi tubuh masih lemas.
Umumnya para korban masih tidur. Adrianus Ambo dan Vabianus Gas berada dalam satu ruangan. Sedangkan Valeria Ono satu ruangan dengan Kanisius Tagur dan Maria Valentina Darus. Keduanya anak dari Valeria Ono.
Vabianus Gas dan Adrianus Ambo yang ditemui Pos Kupang di Puskesmas Borong, Senin (7/5/2012) pagi, menceritakan, pada Sabtu (5/5/2012) malam, ada acara masuk rumah baru Siprianus Jahur. Acara ditandai dengan prosesi adat dan hewan
persembahan. Salah satu hewan korban adalah seekor babi dengan harga sekitar Rp 2 juta.
Hadir dalam acara tersebut anggota keluarga dan beberapa kerabat dekat pemilik rumah. Usai prosesi adat dilanjutkan makan bersama. Malam setelah makan belum ada perubahan. Namun hari Minggu (6/5/2012) sekitar pukul 17.00 Wita mulai terjadi muntah dan mencret yang dialami Fransiska Hadiah.
Anggota kerabat lain memberi pertolongan dengan menggunakan obat kampung. Namun tidak tertolong karena muntah mencret berkelanjutan. Sekitar pukul 20.00 Wita, Hadiah meninggal dunia. Korban meninggalkan suami Philipus Aja dan tiga orang anak, yakni Arin, Sergi dan Sarti.
Beberapa jam setelah kejadian pertama berturut-turut lima warga lainnya mengalami hal yang sama. Mereka muntah mencret berlanjut terus sehingga warga sekitar merujuk para korban ke Puskesmas Borong.
Kepala Puskesmas Borong, drg. Bartolomeus Hermopan, menjelaskan, korban masuk Puskesmas Borong sekitar pukul 04.00 Wita dan langsung diberi pertolongan. Langkah yang dilakukan adalah memulihkan kondisi tubuh korban melalui pemberian cairan dan obat-obatan serta diinfus.
Sementara penyebab, demikian drg. Bartol, belum dipastikan. Sebab, saat dibawa korban menderita muntah mencret. Pihak rumah sakit hanya mengetahui riwayat para korban bahwa sebelum menderita muntah dan mencret mereka mengonsumsi daging babi.
"Kami sulit pastikan karena perlu pengujian daging babi yang mereka konsumsi itu. Kami konsentrasi memulihkan kondisi tubuh para korban," katanya.
Menurutnya, kondisi korban sudah membaik namu masih butuh istirahat. Karena itu petugas medis melakukan pengawasan ekstra terhadap para pasien itu. (lyn)