Kamis, 11 Juni 2026

Hanya Nangadhero Yang Minta Mangrove Dalam KBR

Sedangkan desa/kelurahan lainnya, umumnya meminta mahoni, sengon, jati putih, cendana dan beberapa bibit yang lain.

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servans

POS KUPANG.COM, MBAY -- Dari sejumlah desa/kelurahan yang tersebar pada 7 kecamatan di Kabupaten Nagekeo saat ini, hanya Desa Nangadhero Kecamatan Aesesa, yang mengajukan usulan pembibitan mangrove dalam pelaksanaan program Kebun Bibit Rakyat (KBR) di desa itu tahun 2012 ini.

Sedangkan desa/kelurahan lainnya, umumnya meminta mahoni, sengon, jati putih, cendana dan beberapa bibit yang lain.

Sekretaris Dinas Kehutanan Nagekeo, Renata Fernandez, yang didampingi oleh Kepala Seksi (Kasi) Penataan Hutan, Yanuarius Jawa, mengatakan itu saat ditemui di Kantor Dinas tersebut, Selasa (24/4/2012).

"Pemerintah Desa Nangadhero sudah mengajukan proposal tentang permintaan pembuatan bibit mangrove, untuk selanjutnya ditanam di sepanjang pantai di desa itu melalui program KBR. Nangadhero merupakan satu-satunya desa yang meminta bibit mangrove dalam KBR," kata Renata.

Pada kesempatan yang sama, Yanuarius menjelaskan bahwa mangrove yang diusulkan itu salah satu jenisnya adalah bakau. Proses pembibitan sampai penanamannya kata dia, dilakukan oleh pihak desa melalui kelompok yang ada dengan tetap didampingi oleh petugas dari Dinas Kehutanan.

KBR itu sendiri kata Yanuarius merupakan program dari Departemen Kementerian Kehutanan. Tetapi dalam pelaksanaannya melalui Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Propinsi NTT, yaitu Balai Pengelolahan DAS Benain Noelmina.
Sedangkan berkaitan dengan kegiatan penanaman mangrove yang dibiayai oleh APBD kabupaten, menurut keduanya tidak ada untuk tahun anggaran 2012 ini.

Dana yang dianggarkan pada tahun 2012 ini, yakni untuk pemeliharaan mangrove yang ditanam tahun 2010 lalu, di daerah Anakoli sebanyak 66 ribu anakan pada lahan 20 hektar. Selain itu, untuk pemeliharaan mangrove yang juga ditanam tahun 2010 lalu di Desa Nggolonio, dengan besaran yang sama yakni 20 hektar dan jumlah 66 ribu anakan.

Jumlah dana untuk pemeliharaan di dua lokasi itu menurut keduanya, sebanyak Rp 16 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved