Pengecer Kuasai Solar dan Bensin di Ruteng
Setelah penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Minggu (1/4/2012), para pengecer bensin dan solar yang saban hari sepi.
Pengamatan Pos Kupang sepekan ini, umumnya pengecer itu menempati lagi lokasi-lokasi lama yang semula sudah ditempatinya. Pengendara yang telah 'kepepet' dengan persediaan bahan bakar di dalam tangki kendaraan dapat menemui pengecer di seberang selatan Kantor PT Bank NTT, ruas jalan di depan dan samping Gereja Katedral, ruas Jalan Motang Rua menuju ke Reo, sepanjang ruas Jalan Slamet Riyadi, depan Kantor DPRD Manggarai dan ruas jalan sekitar SPBU Carep dan SPBU Mbaumuku. Selain ruas-ruas jalan lingkungan di pemukiman padat penduduk.
Para pengecer itu jumlahnya bisa menjangkau angka seratusan orang. Mereka merupakan wajah-wajah lama. Mereka sempat kabur sekitar seminggu menjelang rencana pengumuman kenaikan harga BBM pada 1 April 2012. Saat itu, di seluruh ruas jalan praktis tak ditemukan sama sekali, karena pengelola SPBU tidak melayani pembelian menggunakan jerigen. Dikhawatirkan mereka menimbun kemudian menjualnya lagi dengan harga lebih mahal ketika harga baru pasca kenaikan harga BBM.
Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Mbaumuku, para pengecer bensin 'mengepung' tiga akses jalan menuju ke SBPU itu. Di sebelah utara dari arah Jalan Motang Rua, dari arah selatan dan dari arah timur. Di sisi kiri dan kanan jalan berjejer belasan pengecer yang memajang bensin kemasan di dalam botol seharga Rp 10.000/botol besar dan Rp 5.000/botol sedang.
Pemandangan serupa juga disaksikan di depan SPBU Carep di lintasan jalan negara Ruteng-Mborong. Sejak pagi sampai malam, sekitar 20-an orang pengecer bensin, pria dan wanita, anak-anak maupun berusia dewasa. (ius)