Rabu, 10 Juni 2026

Soal Rencana Kenaikkan BBM

Gubernur NTT: Masyarakat Harus Siap Terima

Masyarakat miskin perlu disiapkan untuk menghadapi apapun keputusan pemerintah pusat terkait dengan kebijakan kenaikan BBM.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, mengatakan, masyarakat terutama yang miskin dan setengah miskin, perlu disiapkan untuk menghadapi apapun keputusan pemerintah pusat terkait dengan kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), April mendatang.  
     
Kalaupun ada penolakan-penolakan dengan cara unjuk rasa dan cara lain sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kebijakan itu harus tetap menjaga keamanan dan ketenteraman dalam masyarakat. Demikian kata Gubernur Lebu Raya di Kupang, Rabu (21/3/2012).
     
Gubernur Lebu Raya mengatakan hal tersebut dalam rapat koordinasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga swadaya masyarakat dan tokoh perempuan di Kupang.
     
Gubernur Lebu Raya mengatakan, kalau ada program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi dari dampak kenaikan harga BBM, maka diperlukan data yang akurat agar bantuan itu tidak salah sasaran dan mencegah penyimpangan terhadap bantuan itu.
     
Menurut Gubernur, lembaga yang berkompeten dengan penyiapan data terkait rumah tangga miskin adalah Badan Pusat Statistik (BPS) dan BKKBN setempat, sehingga kepada para bupati/wali kota di NTT, perlu melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga tersebut.
     
Ia mengatakan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, pemerintah berencana untuk memberikan BSLM sebesar Rp150 ribu per bulan per keluarga selama sembilan bulan.
     
BSLM itu, katanya, akan dikucurkan pada tanggal 1 April mendatang bertepatan dengan mulai diberlakukannya harga BBM baru.
     
"BSLM diperuntukkan untuk 30 persen seluruh rakyat Indonesia dengan penghasilan terendah, atau setara 18,5 juta rumah tangga," katanya.
     
Selain pemberian BSLM, pemerintah juga akan memberikan sejumlah paket kompensasi lain, yaitu Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diberikan bagi siswa tidak mampu, penambahan jumlah penyaluran beras miskin (raskin), dan subsidi bagi pengelola angkutan umum.
     
"Pemerintah berencana menyalurkan raskin 14 kali sebagai kompensasi dari kenaikan BBM subsidi pada 1 April mendatang," katanya.
     
Sebelumnya raskin dibagikan 13 kali. Namun penyaluran raskin pada 2012 ini diberikan ke 18,5 juta rumah tangga sasaran. Setiap rumah tangga menerima 15 kg per bulan dengan harga tebusan Rp1.600/kg. 
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved