Jadi Pemimpin, Belajar pada Jagung
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Orang Lembata hidup dan besar karena jagung dan ikan. Karena itu, pemimpin Lembata perlu belajar pada jagung. Jagung di ladang memiliki karakter solidaritas dan keterbukaan.
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Orang Lembata hidup dan besar karena jagung dan ikan. Karena itu, pemimpin Lembata perlu belajar pada jagung. Jagung di ladang memiliki karakter solidaritas dan keterbukaan. Bukan menjadi predator atau musuh bagi tanaman lain. Tapi memberikan ruang bahkan mendukung pertumbuhan tanaman lain, seperti ubi, kacang-kacangan dan tanaman lain.
Demikian sari pemaparan materi Dr. Drs. Patty Wutun, dalam seminar sehari di Aula Kopdit Sankara, Lewoleba, Rabu (26/10/2011). Dr. Patty diundang sebagai nara sumber seminar sehari yang digelar Yayasan Masyarakat Sejahtera Kupang.
Seminar ini mengusung tema: “Sehati Sesuara Membangun Karakter Bangsa.”
Dr. Patty berbiara dari aspek pemerintahan. Menurut Patty, orang Lembata belajar pada jagung dan ikan. Seperti juga jagung yang memiliki kelebihan juga kekurangan.
Solidaritas orang Lembata juga rapuh dan mudah rusak. Namun, kebajikan lokal mengawetkan jagung, juga merupakan nilai yang perlu dikembangkan dalam mempertahankan kerekatan sosial kekeluargaan orang Lembata.
Patty juga menyebutkan, ikan sebagai lukisan nilai hidup orang Lembata. Ke mana pun ikan pergi, dia pasti akan kembali ke tempat asalnya. Orang Lembata, ke mana pun dia pergi dan mengabdi, dia akan selalu mengenang kampung halamannya. Dan jagung menjadi pengikat solidaritas.
Tanda kekeluargaan dengan orang di mana saja, orang Lembata selalu membawa jagung titi sebagai oleh-oleh. Dan di mana ada jagung titi, di sana ada kekeluargaan. Di sana ada kegembiraan bersama. Jadi, orang Lembata, belajarlah pada jagung dan ikan.
Seminar ini juga menghadirkan pembicara lain, Drs. Porat Antonius, Drs. Piter Woloblo, M.Si, Paulus Didabus Redo Wutun, S.Fil, M.Si dan Drs. Clemens Meba, M.M dan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun, S.H.