Hivos Latih Warga Biogas
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA -- Hivos (Humanist Institute for Co-operation With Developing Countries) Australia melatih 24 warga Sumba mengikuti pelatihan membuat biogas rumah (Biru) selama 10 hari.
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA -- Hivos (Humanist Institute for Co-operation With Developing Countries) Australia melatih 24 warga Sumba mengikuti pelatihan membuat biogas rumah (Biru) selama 10 hari. Biru diharapkan bisa membantu masyarakat lokal untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Para peserta pelatihan yang difasilitasi oleh ACCESS (Australian Community Development and Civil Strengthening Scheme) ini berasal dari para tukang dan supervisor yang direkrut oleh Yayasan Donders, Weetabula dan Yayasan Alam Lestari, Waingapu. Pelatihan di Ikit, Desa Mangganipi, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya, berlangsung sejak tanggal 31 Agustus hingga Sabtu (9/9/2011).
Provincial Coordinator Hivos NTT, Adi Lagur, ketika dihubungi Pos Kupang, Senin (12/9/2011), menjelaskan, pelatihan ini bertujuan menyebarluaskan pembangunan biogas sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang dikembangkan secara komersial dan berkembang menjadi sektor baru yang berorientasi pasar. Secara khusus, sebut Adi, pelatihan ini punya beberapa tujuan.
Pertama, mengembangkan kapasitas organisasi dari Yayasan Alam Lestari dan Yayasan Donders yang selama ini berkomitmen untuk bersama Hivos mempromosikan biogas sebagai salah satu energi alternatif yang ramah lingkungan di Pulau Sumba.
Kedua, meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia para tukang dan tenaga pengawas sebagai bagian dari pengembangan kapasitas lokal.
Ketiga, membangun satu unit contoh bio-reaktor berukuran enam meter persegi dengan teknologi FIX DOME yang pembangunannya dipraktekkan langsung oleh tukang lokal Sumba.
Adi mengatakan, biogas dikembangkan karena daerah Sumba punya banyak ternak besar seperti kerbau, sapi dan kuda. “Kotorannya selama ini hanya digunakan sebagian untuk pupuk, lebih banyak terbuang tanpa manfaat. Karena itu kita kembangkan biogas sehingga masyarakat bisa memiliki energi alternatif untuk kebutuhan masak memasak di dapur,” kata Adi.
Para peserta pelatihan, kata Adi, sangat antusias dan banyak berharap agar teknologi alternatif ini dikembangkan lebih lanjut sehingga bisa digunakan di rumah-rumah warga secara luas.