LaporanWartawan Pos-Kupang.Com,Oby Lewanmeru
Harga Jual Jeruk SoE Melonjak
KUPANG,Pos-Kupang.Com-- Jeruk SoE atau jeruk keprok asal SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), saat ini cukup membanjiri sejumlah pasar di Kota Kupang. Harga jeruk ini tahun ini cukup mahal, namun tetap diminati konsumen
KUPANG,Pos-Kupang.Com-- Jeruk SoE atau jeruk keprok asal SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), saat ini cukup membanjiri sejumlah pasar di Kota Kupang. Harga jeruk ini tahun ini cukup mahal, namun tetap diminati konsumen
Pantauan Pos Kupang, Kamis (2/6/2011), jeruk asal SoE ini semakin banyak dijual para pedagang sejak dua pekan lalu hingga saat ini. Mulai dari tepi sejumlah ruas jalan umum di Kota Kupang, sampai ke lorong-lorong pasar dijual jeruk keprok asal TTS.
Para penjual jeruk keprok tidak menjual per buah, tetapi menjual dengan takaran kilogram (kg). Harganya pun bervariasi berdasarkan besar dan kecilnya buah jeruk. Untuk yang berukuran kecil ada yang menjual dengan harga Rp 25.000/kg hingga Rp 35.000/kg. Sedangkan untuk buah sedang rata-rata Rp 30.000/kg, dan yang berukuran besar Rp 35.000/kg. Dalam satu kg terdapat 8 - 10 buah.
Gabriel Tae dan Ferdinan Tahaken, dua penjual jeruk keprok SoE yang ditemui mengatakan, jeruk keprok SoE yang dijual petani saat ini adalah hasil panen pertama untuk tahun 2011. "Yang kami jual sekarang adalah jeruk yang kami panen musim berbuah pertama, sedangkan untuk musim kedua biasanya mulai panen bulan Agustus. Kalau tahun lalu harga jual Rp 20.000/kg - Rp 25.000/kg" kata Gabriel Taek.
Dia menjelaskan, jeruk keprok yang dijual itu kebanyakan berasal dari Kapan dan Mollo Utara, Kabupaten TTS. Komoditi tersebut merupakan hasil panen akhir bulan Mei sampai Juni 2011.
Hal yang sama disampaikan Ferdinan Tahaken. Menurut dia, jeruk keprok SoE cukup terkenal dengan aroma dan rasanya, sehingga penjualan dilakukan dengan ukuran kg. "Jarang kalau jeruk ini dibawa keluar lalu jualnya eceran atau per buah. Semua penjual jeruk dari SoE pasti jual dengan takaran kg. Karena dengan begitu, kami sebagai petani bisa untung," kata Ferdinan Tahaken.