Penggerek Batang Serang Padi
MBAY, FloresStar-POSKUPANG.COM –– Sejumlah petani di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, kini mulai resah menyusul serangan hama penggerek batang pada padi sawah. Hama yang selalu hadir pada tiap tahun ini sudah mulai menyerang padi sawah warga sekitar satu minggu lalu. Mereka khawatir kondisi tersebut semakin parah dan mempengaruhi hasil panenannya.
MBAY, FloresStar-POSKUPANG.COM –– Sejumlah petani di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, kini mulai resah menyusul serangan hama penggerek batang pada padi sawah. Hama yang selalu hadir pada tiap tahun ini sudah mulai menyerang padi sawah warga sekitar satu minggu lalu. Mereka khawatir kondisi tersebut semakin parah dan mempengaruhi hasil panenannya.
Aplonia Norat, warga Aeramo, Muhamad Maruf warga Mbay II, dan Timoteus Jawa, warga Danga menyampaikan itu secara terpisah saat ditemui FloresStar, Jumat (6/5/2011).
“Saat ini hama penggerek batang sudah mulai menyerang padi di sawah. Kami memiliki lahan padi seluas setengah hektar. Sejak minggu lalu serangan semakin menjadi-jadi,” kata Aplonia yang ditemui di Aeramo, Jumat (6/5/2011).
Hama ini kata dia, menyerang batang dan daun padi serta bulir-bulir padi yang baru muncul. Rata-rata semua lahan sawah padi milik petani saat ini sudah terserang hama. Hama itu biasanya bertambah banyak kalau musim hujan atau saat gerimis.
Hal senada disampaikan oleh Maruf. Menurutnya, hama penggerek batang merupakan hama yang selalu menyerang padi sawah di Mbay setiap tahun. Serangan hama tersebut bisa diketahui bila warna batang dan daun padi menjadi kecoklat-coklatan lalu mengering.
“Kalau tanaman mendapat serangan hama, warna batang dan daun padi menjadi coklat, seperti warna tanaman padi yang hendak dipanen. Padahal usianya masih antara satu sampai dua bulan. Serangan hama tersebut biasanya sangat berpengaruh terhadap hasil panen,” kata Maruf.
Secara terpisah, Timoteus mengatakan, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, para petani membasmi hama tersebut menggunakan obat-obat pestisida. “Biasanya disemprot atau menggunakan pupuk untuk mengurangi serangan hama tersebut. Serangan penggerek batang ini selalu terjadi tiap tahun,” kata Timotius.
Areal Persawahan Irigasi Mbay Kiri yang luasnya sekitar 3.500 hektar saat ini telah ditanami padi pasca penutupan air irigasi selama enam bulan pada tahun 2010 lalu.