Ingin Ikut Lomba Terus
MENDAPAT penghargaan sebagai penerima medali perak dalam Olimpiade American Mathematics Competition (AMC) 8 yang diselenggarakan Stikes Nusantara Kupang beberapa waktu lalu membuat Genarro Jehuda Rolino Noach (10) ingin mengikuti lomba terus.
MENDAPAT penghargaan sebagai penerima medali perak dalam Olimpiade American Mathematics Competition (AMC) 8 yang diselenggarakan Stikes Nusantara Kupang beberapa waktu lalu membuat Genarro Jehuda Rolino Noach (10) ingin mengikuti lomba terus.
Putra ketiga pasangan Roberth M Noach, SE, M.Si dan Paulina M Noach-Samosir, S.Sn ini merasa bangga karena di usianya yang masih belia, dia sudah mampu meraih prestasi.
Kompetisi ini diikuti oleh 150.000 peserta dari seluruh dunia, dan dari Indonesia sebanyak 525 orang untuk tingkat SD. Olimpiade ini merupakan olimpiade tertua dan paling dihargai di Benua Amerika.
Kepada Pos Kupang di sela-sela penerimaan penghargaan di Stikes Nusantara Kupang, Senin (2/5/2011), siswa kelas IV SD Kristen Tunas Bangsa Kupang yang didampingi ibunya, menyatakan bangga dengan keberhasilannya itu.
Menurutnya, penghargaan ini memotivasi dirinya untuk terus belajar dan terus mengikuti perlombaan. “Saya senang dan bangga sekali bisa menerima penghargaan ini,” kata Naro malu-malu.
Narro, begitu panggilannya, memang tidak terlalu suka dengan pelajaran Matematika. Ia sendiri lebih menyukai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Tetapi, naluri ingin meraih prestasi membuatnya mencoba-coba, dan ternyata bisa meraih medali perak.
Pria kelahiran Kupang tahun 2001 ini mengatakan, keinginan belajar Matematika muncul setelah mengikuti privat di Supermath Plus. Walau baru delapan bulan mengikuti les di lembaga bimbingan belajar (Bimbel) ini, ia mencoba saja untuk mengikuti lomba.
“Saya sebenarnya pesimis sekali saat itu, karena saya baru duduk di kelas III saat itu, masih ada teman-teman yang sudah duduk di kelas V dan VI. Saya tidak pernah menyangka bisa juara, apalagi soalnya walau hanya 25 nomor, tetapi dalam bahasa Inggris,” kata Narro yang mengaku ikut lomba ini karena dimotivasi oleh kedua kakaknya.
Menurutnya, awalnya sang ibu tidak mengizinkan untuk mengikuti lomba, namun setelah berupaya meyakinkan sang ibu, ia akhirnya bisa mengikuti lomba ini dan meraih prestasi.
Penyuka olahraga bola kaki ini mengatakan, jika besar nanti ia ingin sekali menjadi pemain bola kaki. Menurutnya, menjadi pemain bola kaki banyak duitnya. “Saya ingin menjadi pemain bola kaki, karena saya lihat para pemain bola kaki banyak uangnya,” kata Narro yang mengaku tidak biasa belajar di rumah ini. (nia/vel)