Widyaiswara Harus Mampu Transfer Iptek
KUPANG, POS KUPANG.COM -- Widyaiswara sebagai agen perubahan (agent of change) harus mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki sebagai inspirator dan motivator dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Pegawai Negeri Sipil (PNS).
KUPANG, POS KUPANG.COM -- Widyaiswara sebagai agen perubahan (agent of change) harus mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki sebagai inspirator dan motivator dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Jehalu Andreas, M.Si, mengatakan hal itu ketika berbicara dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Widyaiswara di ruang Seroja, Kantor BP4D Propinsi NTT, Jl Fetor Foenay, Kolhua-Kupang, Selasa (1/3/2011).
Kegiatan itu dihadiri para pemateri dari Lembaga Administrasi Negara, widyaiswara lingkup Pemerintah Propinsi NTT, peserta diklat, calon widyaiswara dan undangan lainnya.
Jehalu mengatakan, sebagai salah satu pilar keberhasilan widyaiswara masih terus disoroti, baik dari aspek jumlah (kuantitas) maupun mutu (kualitas). Dari sisi kuantitas, jumlah widyaiswara tidak sebanding dengan tuntutan diklat yang semakin meningkat. Sedangkan dari sisi kualitas, para widyaiswara perlu terus mengadakan berbagai diklat pendalaman bahan ajar bagi para widyaiswara sehingga kompetensi dan profesionalitasnya semakin meningkat.
Jehalu mengingatkan, profesionalitas widyaiswara sebagai tenaga pengajar yang kompeten dalam diklat menuntut pengembangan diri dan keterbukaan. Hal itu bisa dilakukan jika memperhatikan tiga hal, yakni apa yang harus diketahui, apa yang perlu diketahui dan apa yang sebaiknya diketahui.
"Tiga hal ini harus menjadi jiwa dan spirit para widyaiswara dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, harus selalu sadar jika mereka adalah bagian dari jajaran PNS yang memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan PNS, seperti masuk kantor dan patuh pada tata tertib PNS," katanya.
Panitia penyelenggara, Johanis Mau, S.Sos, M. M, mengatakan, menghadapi kemajuan pesat globalisasi dan perkembangan Iptek saat ini membutuhkan sumber daya aparatur yang andal. Hal ini penting agar aparatur siap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan penerapan pemerintah yang baik.
Untuk mendapatkan sumber daya aparatur yang baik perlu mekanisme pendidikan dan pelatihan yang dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta meningkatkan profesionalitas dan kompetensi aparatur negara. Keberhasilan ini ditentukan salah satunya adalah widyaiswara.
Diklat ini bertujuan untuk membekali calon widyaiswara agar melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan.
Sasarannya adalah tersedianya widyaiswara yang bermutu, sesuai jumlah atau susunan dan inovatif. Sedangkan metode yang diberikan berupa ceramah, pendalaman materi, diskusi dan praktik mengajar. Diklat ini akan berlangsung selama satu bulan sejak tanggal 1 Maret sampai dengan 2 April 2011.