Belajar Mandiri ala SPENTER
TERIK dan panasnya udara kota Kupang siang itu tidak sedikitpun menyurutkan semangat siswa-siswi SPENTER
SPENTER??? Apa sih ...? Mungkin belum banyak yang tahu tentang SPENTER. SPENTER adalah nama beken dari SMP Terbuka. Sekolah ini merupakan sekolah alternatif yang ditawarkan pemerintah untuk lulusan sekolah dasar di Indonesia yang tidak mampu secara ekonomis.
Visinya, SMP Terbuka yang mandiri dan berkualitas, mutu lulusannya sama dengan SMP Reguler. Sedangkan misinya, melayani anak-anak tamatan SD/MI yang berusia 13-15 tahun atau maksimal 18 tahun bagi yang kurang beruntung, karena keadaan sosial ekonomi, keterbatasan fasilitas transportasi, kondisi geografis atau kendala waktu, yaitu bekerja sambil belajar sehingga tidak memungkinkan mereka untuk diterima mengikuti pelajaran sebagai siswa SMP Reguler.
Wakil Kepala Sekolah dan Pengelola SPENTER Kelapa Lima-Kupang, Drs. Ambrosius Thani yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/1/2010), menjelaskan, SMP Terbuka Kelapa Lima Kota Kupang yang berdiri pada tahun 1996 saat ini menampung 422 siswa-siswi. Sekolah ini mempunyai gaya belajar yang unik dengan pola 4:2, yaitu 4 hari belajar mandiri dengan didampingi oleh guru pamong dan 2 hari belajar tatap muka dengan guru bina.
Gaya belajar mandiri di mana setiap kelompok hanya diberikan modul yang berisi petunjuk teknis cara belajar, materi belajar, dan materi evaluasi dengan bimbingan seorang guru pamong di TKB (Tempat Kegiatan Belajar). Karena SMP Terbuka adalah sekolah alternatif, maka waktu belajarnya adalah siang hari mulai pukul 13.00-17.20 yang disesuaikan dengan kondisi siswa.
SMP Terbuka Kelapa Lima memiliki beberapa prestasi dan pernah mewakili NTT di tingkat nasional sebanyak empat kali dalam kegiatan LOMOJARI (Lomba Motivasi Belajar Mandiri ).
LOMOJARI adalah kegiatan yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk memberikan motivasi kepada siswa SMP Terbuka di seluruh Indonesia. Siswa yang memenangkan "LOMOJARI" di tingkat pusat akan mendapatkan beasiswa di SMA oleh pemerintah pusat.
Selain prestasi kurikuler, mereka juga memiliki prestasi di bidang keterampilan, seperti salon untuk tata rias dan tata rambut. Keterampilan kerajinan tangan meliputi daur ulang koran bekas, botol-botol bekas, sampah-sampah plastik untuk menjadi produk baru. Untuk kegiatan keterampilan, para siswa diajarkan oleh guru-guru dan masyarakat yang punya keahlian di bidangnya.
Di SMP Terbuka tidak diberlakukan SPP. Setiap siswa diberi beasiswa oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, untuk teman-teman yang kurang beruntung, jangan kecil hati karena pemerintah telah menawarkan alternatif yang menjanjikan ini. (paulina/ivonne/ smantig)