Rabu, 10 Juni 2026

Meriam Bambu Menyambut Tahun Baru

TAHUN baru mungkin saja identik dengan petasan dan kembang api. Bisa kita lihat dan dengar pada siang dan malam hari.

Tayang:

Berbagai macam petasan dan kembang api mengisi udara sepanjang hari-hari menjelang pergantian tahun. Petasan dan kembang api ini biasanya dimainkan oleh anak kecil.

Bagi mereka yang mampu, pasti mereka akan meminta orangtua mereka untuk membeli patasan  dan kembang api dalam berbagai macam bentuk dan warna. Tapi, bagi mereka yang kurang mamapu, pasti akan dimarahi ketika mereka meminta untuk dibelikan petasan dan kembang api.

Namun, ada satu permainan yang sangat tenar di kalangan anak-anak  yang ekonominya di bawah rata-rata di Kota Kupang. Permainan itu adalah meriam bambu. Mungkin sebagian orang menganggap bahwa Meriiam Bambu hanyalah mainan anak kampung yang tidak biasa di bandingkan dengan patasan dan kembang api. Karena meriam bambu hanya bisa mengeluarkan bunyi tanpa bisa mengeluarkan percikan api warna-warni yang indah.

Tidak begitu dengan anak-anak yang sedang bermain meriam bambu di Kelurahan Oesapa. Menurut mereka, benda yang terbuat dari bambu betung ini sangat menyenangkan walaupun hanya bisa mengeluarkan bunyi yang keras.


"Kalau mau bermain petasan son ada uang buat beli, lebe bae maen ini sa, son perlu kas kaluar uang. Tinggal pi cari bambu ko buat", ujar seorang anak lugu.

Bagi mereka permainan ini sangat menyenangkan. Tidak perlu mengeluarkan uang dan bagi mereka ini adalah permainan andalan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Mereka terlihat begitu bersemangat meniup bambu tersebut walaupun mereka harus menerima asap sebagai hadiah pertama mereka.

Di sini kita bisa lihat bahwa sebuah permainan tidak bisa dinilai dari berapa uang yang kita keluarkan dan seberapa bagus permainan itu, tetapi bagaimana kita melalui proses-proses tersebut. Proses untuk mencari, menemukan, mengolah, sehingga memperoleh hasil (meriam bambu) yang memuaskan walaupun hasilnya tidak sebagus petasan dan kembang api yang sering dimainkan saat pergantian tahun. Happy New Year. (siska/givans)
 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved