AS Masih Tahan Saham Citigroup
NEW YORK, POS KUPANG.Com -- Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan tetap akan mempertahankan sebesar 34 persen saham di Citigroup, sampai bank dan regulator menyetujui seluruh rencana pembayaran dana bail out sejak tahun lalu yang nilainya mencapai 45 miliar dollar AS.
Seorang sumber Bloomberg di Derpartemen Keuangan AS yang menolak disebutkan identitasnya bilang, mereka masih khawatir jika melakukan penjualan saham sebanyak 7,7 miliar saham Citigroup akan menyebabkan permintaan investor terhadap bank terbesar di Amerika Serikat ini merosot. Padahal calon investor ini yang nantinya akan diminta untuk menambah modal Citigroups agar bisa keluar dari program bail out.
Sebelumnya, eksekutif Citigroup setidaknya dalam tiga bulan terakhir ini selalu menekan Departemen Keuangan agar segera menjual saham mereka ke pasar. Mereka berdalih, ingin meninggalkan program bail out pemerintah karena terkekang oleh berbagai aturan sehingga tidak bisa bersaing dengan bank lain.
Bank besar lain di Amerika Serikat yang telah mengumumkan rencana mempercepat pembayaran duit bail out pemerintah adalah Bank Of America Corp.
Denis Santiago, Chief Executive Officer dari Institutional Risk Analytics di Torrance, California bilang, keputusan ini harus dipikirkan masak-masak, baik dari sisi pemerintah, pemegang saham, ataupun pembayar pajak. Dia berpendapat, "Jangan hanya karena Bank of America ingin membayar terus berarti Citgroup juga harus terburu-buru." (kompas.com)