Dengan Menanam Pohon Pisang dan Tumpuk Batu
Warga Batuna Tutup Jalan Desa
BATUNA, POS KUPANG.Com -- Keluarga Elon Nitti selaku tuan tanah, menutup jalan raya di Batuna, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang sejak April 2009. Alasannya, selama ini warga Dusun II, Desa Batuna tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kupang.
Tayang:
Keluarga Elon Nitti menanam pohon pisang di tengah jalan dan menumpukan batu. Sedikitnya 78 pohon pisang dan 27 tumpukan batu. Jarak tanam pohon pisang sekitar tiga meter. Sedangkan jarak tumpukan batu yang satu dengan yang lainnya lima meter.
Di ujung maupun di tengah jalan ditanami empat batang kayu, dan ditempel masing-masing satu lembar kertas manila warna merah. Di kertas manila itu, ditulis tuntutan warga dan permintaan pertanggungjawaban pemerintah.
Panjang ruas jalan pengerasan itu, sekitar 700 meter. Di sisi jalan, terdapat 14 unit rumah warga. Penutupan jalan itu membuat kendaraan tidak bisa melintas. Warga bisa lewat dengan berjalan kaki, namun harus menghindari tumpukkan batu dan pohon pisang.
Elon Nitti belum berhasil dikonfirmasi. "Bapak lagi keluar. Saya tidak tahu bapak pergi kemana," ujar Erna Nitti, anak bungsu Elon Nitti, saat ditemui, Senin (8/6/2009).
Erna mengatakan, tanah yang saat ini dijadikan jalan adalah milik keluarganya. Menurutnya, tanah diberikan cuma-cuma kepada pemerintah. Namun, sebelumnya ada perjanjian antara Pemkab Kupang dan orangtuanya.
Dalam perjanjian itu, jelas Erna, jika jalan selesai dikerjakan dan ke depannya ada program dari Pemkab Kupang untuk pengaspalan jalan, maka jalan yang ditutup ini akan diprioritaskan. Namun faktanya, walaupun ada program pengaspalan, jalan tidak pernah diaspal.
Kepala Dusun II, Desa Batuna, Dominggus Bana mengatakan, ada beberapa alasan keluarga Elon Nitti menutup jalan, di antaranya karena yang bersangkutan tidak pernah mendapat bantuan langsung tunai (BLT) dan tuntutan ganti rugi tanah oleh keluarga Elon Nitti tidak disetujui pemerintah.
Apakah kasus ini telah dilapor ke camat dan Pemkab Kupang? "Sejak Elon Nitti menutup jalan sekitar pertengahan April 2009, kasus ini dilapor secara tertulis ke camat dan Pemkab Kupang. Namun, hingga saat ini belum ditanggapi," jawab Bana.
Ditemui terpisah, Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, MM, PhD mengatakan, belum pernah menerima laporan dari staf perihal penutupan jalan. "Camat (Camat Amarasi Barat, Red) harus segera memberikan laporan terkait persoalan itu. Saya baru tahu ada persoalan itu dari adik wartawan. Saya akan segera mengecek ke lapangan," kata Titu Eki. (den/yel)