Rabu, 10 Juni 2026

Undana

FISIP Undana Gelar UAS Bagi Mahasiswa Dalam Nobar dan Diskusi "Pesta Babi"

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ujian akhir semester yang mendapat dukungan penuh dari pihak kampus.

Tayang:
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
NONTON BARENG - Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik FISIP Undana sedang mengikuti kegiatan diskusi dan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi sebagai Ujian Akhir Semester mereka. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengikuti kegiatan diskusi dan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi sebagai Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung di Ruang Teater Ilmu Politik Undana, Selasa 9 Juni 2026.

Kegiatan yang digelar dalam mata kuliah Politik Agraria dan Tata Ruang ini tidak sekadar menjadi ajang menonton film, tetapi juga ruang pembelajaran kritis bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan agraria dan tata ruang yang terjadi di Indonesia.

Dosen pengampu mata kuliah Politik Agraria dan Tata Ruang, Yeftha Yerianto Sabaat, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya diwajibkan mengikuti nobar dan diskusi, tetapi juga diminta menyusun ulasan serta esai kritis terkait pesan yang terkandung dalam film tersebut.

"Kegiatan ini bukan hanya menonton film, tetapi mahasiswa dituntut memberikan review sekaligus catatan kritis berupa esai singkat mengenai film Pesta Babi," ujar Yeftha.

Baca juga: FISIP Undana Siap Hadapi Asesmen LAMSPAK, Magister Ilmu Komunikasi Bidik Akreditasi Unggul

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan melatih kemampuan analisis mahasiswa terhadap berbagai realitas sosial, khususnya yang berkaitan dengan konflik agraria dan kebijakan tata ruang.

"Semoga kegiatan ini dapat membangun sikap kritis mahasiswa terhadap realitas yang ada, misalnya kasus-kasus agraria dan politik tata ruang, yang kemudian dapat dituangkan dalam bentuk tulisan," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ujian akhir semester yang mendapat dukungan penuh dari pihak kampus.

Yeftha berharap setelah menyaksikan film tersebut, mahasiswa mampu menghasilkan refleksi dan catatan kritis terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

"Banyak sekali diskursus di luar sana mengenai film ini. Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki nalar kritis untuk melihat dan menganalisis persoalan yang diangkat dalam film tersebut," tegasnya.

Ia berharap agar mahasiswa tidak hanya memahami teori yang diperoleh di ruang kuliah, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas sosial yang berkembang di masyarakat serta berkontribusi melalui gagasan dan tulisan yang kritis.

Salah satu peserta, Tabita Silaban, mahasiswi semester VI Prodi Ilmu Politik FISIP Undana, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan sangat bermanfaat.

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang refleksi mengenai persoalan hak atas tanah adat yang kerap belum mendapatkan perlindungan maksimal dari negara.

"Film ini membantu kami berpikir kritis bahwa hak atas tanah adat belum sepenuhnya didukung oleh pemerintah. Mahasiswa, khususnya Ilmu Politik, perlu menghadirkan pemikiran-pemikiran kritis terhadap kebijakan pemerintah agar hak-hak masyarakat adat lebih dihargai dan kepentingan masyarakat lebih diperhatikan," ungkap Tabita.

Kegiatan diskusi dan nobar tersebut juga dihadiri oleh dosen FISIP Undana, Yohanes Jimmy Nami dan Frans B.R. Humau, yang turut memberikan pandangan akademis terkait isu-isu agraria, kebijakan publik, dan tata ruang yang menjadi tema utama dalam film tersebut. (rey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved