Kamis, 9 April 2026

Wisata NTT

Tanjung Eputobi, Panorama Alam Bak Lukisan di Flores Timur

Kabupaten Flores Timur yang memiliki garis pantai yang panjang   mencapai 652,40 km

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
(Serafinus Sandi Hayon Jehadu/Kompas.com.)
Melihat pemandangan bentangan bebukitan di Perairan Flores Timur dari tanjung Eputobi. 

`POS KUPANG.COM -- Kabupaten Flores Timur yang memiliki garis pantai yang panjang   mencapai 652,40 km. 

Wilayah ini didominasi oleh perairan dengan 126 desa pesisir, di mana wilayah lautnya mencakup sekitar 4.170,53 km⊃2;, yang merupakan 69 persen dari total luas wilayah kabupaten tersebut. 

Kondisi itu juga mejasiakan bebeapa garis pantai wilayah itu snagat indah salah satau adalah  Pantai Tanjung Eputobi .

Tanjung Eputobi merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal, domestik dan asing.

Letaknya yang sangat strategis di tepi Jalan Trans Larantuka-Maumere, di Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Lama perjalanan menggunkan kendraan roda dua kurang lebih 30 menit dari Kota Larantuka.

Letaknya yang strategis ini membuat para pelaku perjalanan memutuskan untuk sejenak beristirahat dan menepikan kendaraan di badan jalan. Melihat seluruh bentangan alamnya paling tepat berada di ketinggian kawasan tempat wisata ini.

Baca juga: Wisata NTT, Prosesi Kure, Tradisi Paskah Tradisional di Kabupaten Timor Tengah Utara Ditunggu

Melepaskan penat atau sekadar menikmati bentangan alam Tanjung Eputobi yang menawan tentu memberikan kesan yang terlupakan.

Waktu sore hari selalu ramai karena keindahan matahari yang terbenam di balik bukit-bukit di Tanjung Eputobi. Di tempat wisata ini terdapat kedai-kedai kopi sederhana yang berlatarkan Pulau Konga, panorama teluk dan Pulau Solor.

Warung kopi menjadi tempat untuk melihat keindahan ini sembari meneguk secangkir kopi panas. Tak sekadar melihat eksotisnya senja di Tanjung Eputobi, setiap pengunjung tidak melewatkan moment ini. Merekam bentangan keindahan ini melalui ponsel dan ada yang berswa foto.

Tanjung Eputobi selain menyuguhkan keindahan, terdapat cerita yang di balik nama tempat wisata ini. Menurut penuturan penduduk setempat, dahulu terdapat pohon asam yang dijadikan tempat berkumpul penduduk usai mengiris tuak.

Tempat ini dinamai Eputobi, dalam bahasa setempat “epu” memiliki arti tempat orang berkumpul setelah iris tuak. Sedangkan “tobi” adalah pohon asam.

Dahulu, kegiatan berkumpul sebagai tatanan hidup berkomunitas. Menurut sejarah yang mereka tuturkan komunitas ini dekanl sebagai komunitas Dumbata atau Lewowerang.

Pantauan TribunFlores.com, Sabtu 17 Desember 2022, Banyak pengendara yang menghentikan laju kendaraannya saat melintasi Tanjung Eputobi di jalan ini. Sekedar melepas lelah atau sengaja untuk mengabadikan momen, dengan berfoto bersama atau pun swafoto.

"Mereka singgah sekedar berfoto ria, karena view pantai, Gunung Lewotobi, Pulau Konga, dan bentangan Pulau Solor begitu indah, apalagi di waktu sunset," Kata Aceng Kumanireng (45) salah satu penjual kuliner di Tanjung Eputobi.*

Baca artikel lain di Pos Kupang.com KLIK >>> GOOGLE.NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved