Breaking News:

TOPIK

Oleh Jonatan Lassa

  • Argumentative Flobamoranesis

    BUKU The Argumentative Indian oleh Amartya Sen, pemenang Nobel Ekonomi tahun 1998 (sekarang profesor di Universitas Harvard), berisi koleksi tulisan yang luar biasa penting untuk memahami bahwa di Timur, sudah sangat lama manusia mengenal demokrasi. Buku tersebut melihat tradisi debat publik dan pluralisme intelektual sebagai sejarah dan identitas India. Tanpa budaya dasar ini, tidak mungkin India menyumbang begitu banyak penerima nobel bidang sains dan pemikir mashyur dunia.

  • Kultur Epistemik Elite Penguasa

    SEORANG teman bertanya: "Berita, perdebatan dan bahkan gosip di TV, koran, radio, internet, dan lain-lain, semuanya seputar kontroversi dan sensasi yang ditimbulkan, bukan tentang isi buku itu sendiri. Yang dipertanyakan sekarang malah tentang nasionalisme GJA, keluarganya, strategi dagang buku... bukan isi dari buku itu. Sedangkan pertanyaan awam lainnya dari berbagai komentar di Kompas Cyber ada juga yang bertanya "Mengapa ya, beberapa intelektual bergelar doktor mendukung GJA?"

  • Kebijakan Manajemen Bencana, Kemasan Baru Isi Lama?

    PEMERINTAH Propinsi NTT boleh berbangga bahwa NTT adalah salah satu dari sedikit pemerintah propinsi di Indonesia selain Sumatera Barat yang memiliki Peraturan Daerah Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Propinsi (Perda No. 16/2008) yang dilengkapi dengan Peraturan Daerah Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Perda No. 3/2009) yang disahkan sejak Maret 2009.

  • Undana dalam Konstelasi Glokal

    TULISAN ini dibuat dengan visi perubahan sistem atau inovasi sistem dapat menjadi alternatif pengembangan Universitas Nusa Cendana (Undana) yang senantiasa dibayang-bayangi keterbatasan anggaran. Penulis 'membantah' kalau Undana kekurangan tenaga pengajar berkualitas, dan berpandangan bahwa Undana merupakan institusi yang minim inovasi.

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved