Sumba Timur Terkini
Program MBG Dinilai Lebih Tepat Menyasar Siswa di Luar Kota
Siswa di kota yang cenderung berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang mapan dinilai mampu mencukupi kebutuhan gizi anak.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dinilai kurang tepat jika diberikan kepada siswa di wilayah perkotaan.
Siswa di kota yang cenderung berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang mapan dinilai mampu mencukupi kebutuhan gizi anak.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Waingapu, Yohana Kahewamarak kepada POS-KUPANG.COM saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
“Sebagian besar anak di kota mereka tercukupi gizinya dibanding anak di luar kota, dan terutama yang jarak antara rumah dan sekolah itu jauh,” katanya.
Baca juga: Tian dan Gio, Anak Korban Kebakaran di Sumba Timur Mau Jadi Guru dan Tentara
Yohana mengatakan, sekolahnya telah menjadi penerima manfaat program MBG sejak Agustus 2025. Sebanyak 896 siswa setiap hari menerima makanan bergizi tersebut.
Namun, jumlah penerima kini berkurang karena sebagian siswa telah dinyatakan lulus. Saat ini sekolah hanya menerima 592 paket makanan bergizi.
Ia mengatakan, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 30 persen siswa yang dinilainya benar-benar membutuhkan makanan bergizi dari program Presiden Prabowo itu.
Sebagian besar siswa, kata dia, sebelum berangkat ke sekolah sudah mendapatkan makanan bergizi di rumah.
Namun demikian, ia menilai program ini tetap memiliki manfaat seperti menghemat pengeluaran uang jajan siswa di sekolah.
“Kalau dinilai tepat juga, tetapi tidak semua. Ada anak-anak yang di rumah memiliki standar makanan sudah bergizi. Ya... anak-anak lain bisa mengurangi jajan di kantin,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah sekolah di Kota Waingapu yang belum menjadi penerima program MBG. Menurutnya, kondisi tersebut tidak adil.
“Sebenarnya MBG ini tidak adil. Karena apa, kita di sekolah kota ini dapat, tetapi ada sekolah tetangga lain tidak dapat,” ungkapnya.
Meski demikian, Yohana tetap mengakui, program ini dibutuhkan oleh sebagian masyarakat yang kebutuhan gizinya belum terpenuhi di rumah.
“Kita bersyukur ada anak-anak yang tertolong dengan program ini,” kata dia. (dim)
Ikuti Berita POS-KUPANG. COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-SMPN-2-Waingapu.jpg)