Selasa, 9 Juni 2026

Belu Terkini

Dana Tersendat, SPPG Kota Atambua Belu Sudah Dua Hari Tak Beroperasi

Kondisi ini berdampak pada penghentian sementara distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat,

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/Agustinus Tanggur
Kepala SPPG Kota Atambua di Kelurahan Manumutin, Maria Gracela Hatumale Pah 
Ringkasan Berita:
  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Atambua berhenti beroperasi selama dua hari ini
  • Kondisi ini berdampak pada penghentian sementara distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat
  • Hal ini disampaikan Kepala SPPG Kota Atambua di Kelurahan Manumutin, Maria Gracela Hatumale Pah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Atambua, Kelurahan Manumutin, Kabupaten Belu berhenti beroperasi selama dua hari akibat belum tersalurnya dana operasional dari pusat. 

Kondisi ini berdampak pada penghentian sementara distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat, Selasa (9/6/2026). 

Kepala SPPG Kota Atambua di Kelurahan Manumutin, Maria Gracela Hatumale Pah, menjelaskan keterlambatan transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) menyebabkan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat beroperasi sejak 8 hingga 9 Juni 2026.

“Dana operasional dari pusat belum masuk ke rekening kami, sehingga selama dua hari ini pelayanan terpaksa dihentikan. Namun, kami mendapat informasi bahwa dana sudah disalurkan dan mulai Rabu, 10 Juni 2026 kegiatan operasional akan kembali berjalan,” ujarnya, saat ditemui POS-KUPANG.COM.

Baca juga: Korwil SPPG Malaka Pastikan Penyaluran MBG di Rainawe Kobalima Kembali Berjalan Normal

Ia mengatakan, informasi tersebut telah disampaikan kepada mitra yayasan, pemasok bahan pangan, serta pihak sekolah sebagai penerima manfaat program.

Namun penghentian layanan selama dua hari tetap berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan konsumsi makanan bergizi bagi para siswa dan balita penerima manfaat.

Maria Gracela Hatumale Pah yang akrab disapa Sela ini mengakui, selama ini operasional juga menghadapi tantangan dalam pengadaan bahan pangan, terutama buah-buahan yang masih dipasok dari luar daerah seperti Kupang sehingga relatif mahal dan sulit didapat. Selain itu, pasokan gas juga kerap menjadi hambatan.

“Untuk sayuran kami masih mengandalkan pembelian di pasar, karena belum ada pemasok tetap dari masyarakat sekitar,” jelasnya.

Baca juga: Ketua Satgas MBG TTU Minta SPPG Beli Bahan Pokok dari Petani dan Peternak  

Lebih lanjut, Sela menyatakan SPPG Manumutin didukung dua unit mobil operasional untuk distribusi makanan. Kehadiran program ini dinilai turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja.

"Para karyawan menerima upah sebesar Rp120 ribu per hari, dengan mayoritas tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal," tambahnya. 

Program ini dijalankan bersama mitra Yayasan Peduli Timor Rana. 

SPPG Kota Atambua sendiri, kata Sela saat ini melayani sebanyak 2.477 penerima manfaat yang terdiri dari empat PAUD, satu SD, dua SMP, satu SMA, serta delapan posyandu. 

"Sejak mulai beroperasi pada 13 November 2025 lalu, kami didukung oleh 51 orang tenaga kerja, terdiri dari 48 karyawan, satu ahli gizi, satu akuntan dan satu kepala SPPG," pungkasnya. (gus)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved