Rote Ndao Terkini
Gerakan Jam Belajar NTT, Kepsek SMAN 1 Lobalain Nilai Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan
Karena itu, tambah dia, Gerakan Jam Belajar dapat mengarahkan waktu anak di rumah agar lebih produktif dan mendukung pencapaian akademik.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Penerapan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar mendapat dukungan dari kalangan pendidikan.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membangun budaya belajar yang lebih disiplin di kalangan peserta didik.
Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd Wilson Dano menyebut kebijakan itu menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di NTT.
"Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT ini punya perhatian yang luar biasa terhadap pendidikan, terhadap mutu pendidikan, terhadap masa depan generasi kita. Kebijakan terkait ini saya kira perlu kita sambut baik," kata Alberd, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Pemkab Rote Ndao dan Bank Indonesia Perkuat Pengembangan UMKM
Baginya, Gerakan Jam Belajar merupakan upaya konkret pemerintah dalam membangun kebiasaan belajar yang lebih disiplin, khususnya di luar lingkungan sekolah.
Ia menilai program tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak, termasuk orang tua dan masyarakat.
Ia menuturkan, keberhasilan kebijakan itu tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada keterlibatan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.
"Anak-anak ini kan lebih banyak waktunya di rumah. Di sekolah itu tujuh sampai sembilan jam. Nah, mereka di sekolah belajar, di rumah dengan waktu yang panjang kemudian tidak mendapat perhatian dan pengawasan, maka waktu yang mereka gunakan bisa saja lebih banyak tidak dipakai untuk belajar, tapi lebih banyak dipakai untuk bermain," katanya.
Lebih lanjut, Alberd menilai salah satu tantangan pendidikan saat ini adalah menurunnya motivasi belajar sebagian peserta didik.
Karena itu, tambah dia, Gerakan Jam Belajar dapat mengarahkan waktu anak di rumah agar lebih produktif dan mendukung pencapaian akademik.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi NTT yang unggul, berdaya saing dan siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.
Keberhasilan program itu, menurutnya, sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-SMAN-1-Lobalaian.jpg)